Bagikan:

JAKARTA - Swazta, band pendatang baru yang menamai diri mereka sebagai band pop-senja, bersiap untuk menjadi idola baru di skena musik Tanah Air.

Baru dua bulan sejak terbentuk, band beranggotakan Panca (vokal, gitar), Ryo (bass, vokal), dan RoyCo (gitar, vokal) telah memperkenalkan album mini atau extended play (EP) debut dengan tajuk “Office Hour”.

Meski Swazta termasuk band pendatang batu, sejatinya para personelnya sudah cukup matang di industri musik nasional. Karenanya, tidak mengherankan ketika mereka sudah memiliki konsep musik yang kuat.

Tidak hanya itu, proses kreatif juga berjalan cepat dan tetap solid, sehingga terciptalah enam track dengan nuansa musik senja yang hangat, puitis, dan mudah dikenali sebagai identitas mereka.

Panca, yang menulis komposisi serta lirik dari seluruh track di EP debut mengatakan, keenam lagu yang dihadirkan sengaja dibuat untuk menemani berbagai suasana hati pendengar. Swazta ingin katalog mereka menjadi teman semua orang di berbagai kondisi.

“Kami ingin musik Swazta menjadi teman, baik saat seseorang sedang merenung, mencari ketenangan, atau menikmati langit sore dan momen santai para penikmat musik,” kata Panca dalam keterangannya, Selasa, 16 Desember.

“Musik kami bukan hanya untuk didengar, tapi juga dirasakan,” tambahnya.

Adapun enam lagu di EP “Office Hour” hadir dengan tema dan warna emosi yang beragam. “Dibawah Langit Senja” menjadi signature track yang menggambarkan pertemuan antara harapan dan kenyataan, yang digambarkan dalam satu lini waktu dengan dua peristiwa, berbalut melodi gitar ekspresif dan lirik reflektif.

Track lainnya, “Aku Masih Mencari”, mengangkat sebuah pencarian dari kekosongan yang belum terisi. Sementara “Selingkuhan” menghadirkan konflik emosional yang gelap—sebuah kesalahan yang ternyata dirindukan.

Kemudian ada “Ruang Kosong” yang membawa suasana hening dari sebuah kekosongan yang dituangkan dalam lirik yang dalam.

Swazta juga menawarkan nuansa lebih cerah lewat “Cinta Juli”, sebuah kisah romansa singkat namun membekas yang dibungkus melodi ringan.

Dan lagu pamungkas, “Aku dan Kamu Mesra”, menjadi trek paling romantis dengan harmonisasi vokal yang hangat dan atmosfer yang intim.

Sebagai informasi, seluruh karya pop-senja Swazta sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital yang ada di Indonesia.