JAKARTA - Paul Stanley, mengenang mendiang Ace Frehley dengan penuh haru. Ia menyebut kontribusi gitaris yang meninggal dunia pada 16 Oktober lalu sebagai fondasi yang membangun monumen agung bernama KISS.
Meski terkenal dengan perbedaan pendapat yang sering terjadi, baik dengan Frehley maupun dengan Peter Criss—drumer orisinal Kiss—Stanley menegaskan bahwa hal tersebut adalah dinamika dalam sebuah "keluarga".
"Bukan rahasia lagi—kami punya banyak perbedaan dengan Ace, banyak perbedaan dengan Peter, tapi itu namanya keluarga. Seluruh monumen Kiss ini dibangun di atas fondasi yang didirikan oleh mereka,” kata Stanley dalam sesi tanya jawab di acara KISS Kruise: Landlocked In Vegas, dikutip Blabbermouth, Selasa, 18 November.
Stanley mengakui bahwa perjalanan Kiss tidak akan pernah dimulai tanpa peran krusial dari para personel awal, meski dalam perjalanannya mereka harus berpisah.
"Kami tidak bisa memulainya tanpa mereka, dan kami tidak bisa melanjutkannya dengan mereka, tetapi itu tidak mengubah (kontribusi mereka)," ujar vokalis sekaligus gitaris Kiss itu.
Pria yang dijuluki Starchild itu pun mengungkapkan harapan terdalamnya untuk Frehley, yang sering dikenal dengan gaya hidupnya yang liar.
BACA JUGA:
"Kami merindukannya, dan saya harap dia menjalani kehidupan seperti yang dia inginkannya," kata Stanley, mengenang Frehley sebagai sosok yang unik dan tak tertandingi.
Stanley juga berbagi sebuah kutipan yang diucapkan oleh Frehley di masa lalu, yang mencerminkan semangat hidup sang gitaris.
"Dia adalah salah satu dari jenisnya dan dia liar, dan dia memang mengatakan jika hidupnya berakhir besok,” tuturnya. “Dia tidak akan menyesal karena dia menjalani kehidupan seperti yang dia inginkannya.”
Stanley menyimpulkan bahwa itulah satu-satunya hal yang bisa diharapkan dari setiap orang—bahwa pada akhirnya, mereka telah menjalani kehidupan yang mereka inginkan.