JAKARTA - Dunia musik berduka atas kehilangan sosok Donna Jean Godchaux-MacKay, vokalis yang sempat mewarnai panggung Grateful Dead sepanjang dekade 1970-an.
Penyanyi yang juga pernah menjadi suara latar untuk ikon seperti Elvis Presley dan Percy Sledge itu meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di usia 78 tahun.
Menurut pernyataan resmi, Godchaux-MacKay berpulang pada Minggu, 2 November, setelah berjuang melawan penyakit kanker yang sudah cukup lama dideritanya. Ia meninggal dunia di Alive Hospice di Nashville.
"Ia adalah jiwa yang manis dan indah dengan kehangatan, dan semua orang yang mengenalnya bersatu dalam kehilangan," bunyi pernyataan resmi, dikutip Variety, Selasa, 4 November.
Dalam suasana duka, pihak keluarga memohon privasi untuk saat-saat berkabung ini. Mengutip lirik dari penulis lirik Grateful Dead, Robert Hunter, pernyataan ditutup dengan: “Semoga keempat (mata) angin menerbangkannya dengan selamat kembali ke rumah.”
Adapun, Donna Jean Godchaux-MacKay paling dikenal lewat masa baktinya bersama Grateful Dead dari tahun 1971 hingga 1979, di mana ia tampil berdampingan dengan suaminya saat itu, Keith Godchaux yang memainkan kibor.
BACA JUGA:
Selama periode emas ini, suaranya menghiasi tujuh album band, dimulai dari set live tiga piringan hitam “Europe ‘72” dan ditutup dengan album bernuansa disko “Shakedown Street” pada tahun 1978.
Godchaux dikenal dengan kontribusi harmoni yang dipengaruhi gospel, dan sesekali tampil sebagai vokalis utama dalam lagu-lagu seperti “Sunrise” dari album “Terrapin Station” (1977), atau saat membawakan ulang lagu “You Ain’t Woman Enough” milik Loretta Lynn dan “Tomorrow is Forever” yang ditulis oleh Dolly Parton.
Di luar Grateful Dead—termasuk keterlibatannya dalam Keith and Donna Godchaux dan the Heart of Gold Band—jejak suaranya tercetak dalam hit besar. Ia mengisi vokal pada lagu-lagu tak terlupakan seperti “Suspicious Minds” milik Elvis Presley dan “When a Man Loves a Woman” dari Percy Sledge.
Tak hanya itu, ia juga tampil di rekaman musisi beken lainnya, termasuk Cher, Boz Scaggs, dan salah satu pendiri Grateful Dead, Bob Weir.
Namun demikian, kehadirannya di Grateful Dead kerap menjadi figur yang kontroversial. Secara terang-terangan, banyak penggemar yang sangat tidak menyukai kehadirannya di atas panggung. Nada suaranya yang tinggi dinilai seringkali tidak selaras dengan sound band yang cenderung berakar pada folk dan rootsy.