JAKARTA - Kehadiran Superman Is Dead (SID) berhasil mengguncang panggung utama Synchronize Fest 2025 hari ketiga yang digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu malam.
Trio punk-rock asal Bali itu—Bobby Kool (vokal, gitar), Eka Rock (bass), dan I Gede Ari Astina alias Jerinx (drum)—naik ke panggung tepat pukul 18.15 WIB dengan gebrakan distorsi keras yang langsung memanaskan suasana. Ribuan Outsiders, sebutan bagi penggemar SID, memadati area panggung dan ikut bernyanyi sejak lagu pertama.
“Sebulan lalu kita merayakan anniversary ke-30, dan malam ini kita masih dalam rangka perayaan anniversary ke-30,” kata Bobby dari atas panggung, disambut sorak dan tepuk tangan penonton.
SID membawakan sederet lagu andalan mereka yang menjadi anthem bagi para Outsiders, di antaranya “Bulan dan Kesatria,” “Punk Hari Ini,” “Tentang Tiga,” hingga “Saint of My Life.”
Mendekati akhir penampilan, Jerinx mengajak sang istri, Nora Alexandra, naik ke panggung untuk berduet membawakan “Cahaya Nusantara.”
“Lagu ini kita kerjakan berdua liriknya,” ujar Jerinx, sebelum menambahkan, “Coba perempuan-perempuan yang ngefans madam, tolong angkat tangannya. Karena jujur, beliau ini masih enggak pede, masih insecure.”
Sorak dukungan dari penonton pun menggema. Momen itu menjadi salah satu bagian paling hangat dari penampilan SID malam itu.
Sebagai penutup, mereka membawakan dua lagu favorit penggemar, “Sunset di Tanah Anarki” (dengan Nora) dan “Jika Kami Bersama.” Ribuan penonton melompat, bernyanyi serempak, dan beberapa bahkan menyalakan suar (flare) untuk merayakan tiga dekade perjalanan band punk legendaris asal Pulau Dewata itu.
BACA JUGA:
Energi dan semangat SID malam itu seolah menegaskan satu hal: 30 tahun berlalu, api punk mereka belum padam.