Bagikan:

YOGYAKARTA – Kitab Alfiyah merupakan kitab karangan Ibnu Malik yang berisi kaidah ilmu nahwu dan Sharaf (tata bahasa Arab). Kitab ini dinamakan Alfiyah lantaran terdiri atas 1.002 bait. Kitab Alfiyah ditulis dalam bentuk nadhom (syair) untuk memudahkan penghafalan dan pemahaman kaidah ilmu nahwu dan sharaf. Lantas, bagaimana bunyi lirik Nadhom Alfiyah?

Lirik Nadhom Alfiyah

Perlu diketahui, lirik Nadhom Alfiyah tidak hanya berisi pengatahuan komprehensif tentang ilmu nahwu dan sharat, namun juga mencakup pujian pada Allah SWT dan Rasulullah SAWm serta berbagai nasihat moral dan spiritual yang terkandung di dalam beberapa baitnya.

Berikut lirik Nadhom Alfiyah karya Ibnu Malik lengkap, Arab, latin, dan artinya:

قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِك …أَحْمَدُ رَبِّي اللهَ خَيْرَ مَالِكِ

Qola Muhammadun huwabnu maliki, ahmadu Robbillaaha khoiro maliki

Muhammad Ibnu Malik berkata: Aku memuji kepada Allah Tuhanku sebaik-baiknya Dzat Yang Maha Memiliki

مُصَلِّياً عَلَى النَّبيِّ الْمُصْطفَى… وآلِهِ المُسْتكْمِلِينَ الشَّرَفَا

Musholliyan ‘alannabiyyil musthofa, wa aalihil mustakmiliinas syarofa

Dengan bersholawat atas Nabi terpilih dan atas keluarganya yang mencapai derajat kemuliaan

وَأَسْتعِينُ اللهَ فِي ألْفِيَّهْ……مَقَاصِدُ النَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ

Wa asta’iinullooha fii alfiyah, maqoshidunnahwi biha mahwiyyah

Juga aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah, yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu

تُقَرِّبُ الأقْصى بِلَفْظٍ مُوجَزِ……وَتَبْسُطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ

Tuqorribul aqsho bilafzhin mujazi, wa tabsuthul badzla biwa’din munjazi)

Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat menjabar perihal detail dengan janji yang cepat. (waktu yg singkat)

وَتَقْتَضي رِضاً بِغَيرِ سُخْطِ……فَائِقَةً ألْفِيَّةَ ابْنِ مُعْطِي

Wataqtadhi ridhon bighoiri sukhti, faiqotan alfiyyatabni Mu’thi

Kitab ini mudah menuntut kerelaan tanpa kemarahan, melebihi kitab Alfiyahnya Ibnu Mu’th

وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيلاَ……مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيلا

Wahwa bisabqin saabiqin tafdhila, mustawjibun tsanaiyal jamila

Beliau lebih memperoleh keutamaan karena lebih awal. Beliau behak atas sanjunganku yang indah.

واللهُ يَقْضِي بِهِبَاتٍ وَافِرَهْ……لِي وَلَهُ في دَرَجَاتِ الآخِرهْ

Walloohu yaqdhi bihibatin wafiroh, li walahu fi darojatil akhiroh

Semoga Allah menetapkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi akhirat

كَلامُنَا لَفْظٌ مُفِيدٌ كاسْتَقِمْ……وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ

Kalamuna lafzhun mufiidun kastaqim, wasmun wafi’lun tsumma harfunil kalim

Kalam (menurut) kami (Ulama Nahwu) adalah lafadz yang memberi pengertian. Seperti lafadz “Istaqim!”. Isim, Fi’il dan Huruf adalah (tiga personil) dinamakan Kalim.

واحِدُهُ كَلِمَةٌ والقَوْلُ عَمْ……وَكِلْمَةٌ بِهَا كَلاَمٌ قَدْ يُؤَمْ

Wahiduhu kalimatun wal qoulu ‘am, wakilmatun biha kalaamun qod yu’am

Tiap satu dari (personil Kalim) dinamakan Kalimat. Adapun Qaul adalah umum. Dan dengan menyebut Kalimat terkadang dimaksudkan adalah Kalam.

بالجَرِّ وَالْتَّنْوِينِ وَالنِّدَا وَأَلْ……وَمُسْنَدٍ لِلاِسْمِ تَمْيِيزٌ حَصَلْ

Biljarri wattanwiini wannida wa al, wa musnadin lil ismi tamyiizun hashal

Dengan sebab Jar, Tanwin, Nida’, Al, dan Musnad, tanda pembeda untuk Kalimat Isim menjadi berhasil.

بتَا فَعَلْتَ وَأَتَتْ وَيَا افْعَلِي ……وَنُونِ أقْبِلَنَّ فِعْلٌ يَنْجَلِي

Bita fa’alta wa atat wa yaf’ali, wanuni aqbilanna fi’lun yanjali

Selain keduanya (ciri Kalimah Isim dan ciri Kalimah Fi’il) dinamakan Kalimah Huruf

سِوَاهُمَا الْحَرْفُ كَهَلْ وَفي وَلَمْ……فِعْلٌ مُضَارِعٌ يَلِي لَمْ كَيَشَمْ

Siwahumal harfu kahal wafi walam fi’lun mudhori’un yali lam kayasyam

Seperti lafadz Hal, Fi, dan Lam, Ciri Fi’il Mudhori’ adalah dapat mengiringi Lam, seperti lafadz Lam Yasyam.

وَمَاضِيَ الأفْعَالِ بِالتَّا مِزْ وَسِمْ……بِالنُّونِ فِعْلَ الأمْرِ إِنْ أمْرٌ فُهِمْ

Wamadhiyal ‘af’aali bitta miz wasim, binnuni fi’lal amri in amrun fuhim

Dan untuk ciri Fi’il Madhi, bedakanlah olehmu! dengan tanda Ta’. Dan namakanlah! Fi’il Amar dengan tanda Nun Tauqid (sebagi cirinya) apabila Kalimah itu dipahami sebagai kata perintah.

واَلأَمْرُ إنْ لَمْ يَكُ لِلنُّونِ مَحَلْ……فِيهِ هُوَ اسْمٌ نَحْوُ صَهْ وَحَيَّهَلْ

Wal amru inlam yaku linnuni mahal, fihi huwasmun nahwu shoh wahayyahal

Kata perintah jika tidak dapat menerima tempat untuk Nun Taukid, maka kata perintah tersebut dikategorikan Isim, seperti Shah! dan Hayyahal!

Demikian informasi tentang lirik Nadhom Alfiyah. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.