JAKARTA - Penyanyi dan penulis lagu, Laufey, mencatatkan rekor pribadi untuk album terbarunya, “A Matter of Time”, di tangga album Billboard 200.
Album penuh ketiga penyanyi berdarah Islandia-Tiongkok itu memuncaki tangga album Billboard, di antaranya posisi No.1 tangga album Independen, posisi No.3 untuk Album Jazz dan Album Jazz Tradisional, dan posisi No.1 untuk Album Vinyl.
Namun yang menjadikan “A Matter of Time” sebagai rekor baru bagi Laufey, album tersebut berada di No.4 untuk Billboard 200—tangga album terpopuler yang jadi banyak rujukan orang.
Sebelumnya, capaian tertinggi Laufey di Billboard 200 diraih lewat album keduanya, “Bewitched” (2023), dengan posisi tertinggi di No.18.
Yang membuat capaian Laufey kali ini semakin istimewa, “A Matter of Time” jadi album jazz dengan debut tertinggi di Billboard 200 sejak 1 Desember 2018, ketika album “Love” dari Michael Bublé debut dan berada di posisi No.2.
Adapun, “A Matter of Time” dimulai dengan perolehan 99.000 unit album ekuivalen—terbesar untuk Laufey sepanjang masa—menurut Luminate. Dari jumlah tersebut, penjualan album mencapai 71.000, sementara sisanya berasal dari penjualan unit album ekuivalen streaming dan unit album ekuivalen lagu.
BACA JUGA:
Penjualan minggu pertama album ini didorong oleh ketersediaannya dalam delapan piringan hitam dan tiga varian CD—masing-masing dengan satu edisi bertanda tangan—serta sebuah kaset.
Sebagai informasi, “A Matter of Time” yang resmi dirilis 22 Agustus lalu memuat 14 trek, termasuk tiga di antaranya yang sudah dirilis lebih dulu, yaitu “Silver Lining”, “Tough Luck”, dan “Lover Girl”.
Selain itu, album ini juga berisikan “Clockwork”, “Snow White”, “Castle in Hollywood”, “Carousel”, “Too Little, Too Late”, “Cuckoo Ballet (Interlude)”, “Forget Me Not”, “A Cautionary Tale”, “Mr. Eclectic”, “Clean Air”, dan “Sabotage”.
Untuk mengembangkan suara yang menyeimbangkan kedalaman emosional dengan pengaruh musik yang lebih luas, Laufey bekerjasama dengan Spencer Stewart dan Aaron Dessner sebagai produser.