Bagikan:

JAKARTA - Ozzy Osbourne benar-benar menjadikan “Back to the Beginning” sebagai konser perpisahannya. Belum genap sebulan sejak pertunjukan tersebut, si Pangeran Kegelapan meninggal dunia di usia 76 tahun pada Selasa, 22 Juli.

“Dengan kesedihan yang tak terlukiskan, kami mengabarkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal dunia pagi ini. Beliau bersama keluarganya dan dikelilingi oleh cinta,” bunyi pernyataan keluarga di akun Instagram resmi.

Keluarga tidak menjelaskan penyebab kematian Ozzy, namun diketahui bahwa sang frontman Black Sabbath itu sudah berjuang melawan parkinson sejak tahun 2019. Penyakit yang diderita bahkan membuatnya harus tampil duduk di singgasana saat konser perpisahan dengan Black Sabbath.

Profil dan Perjalanan Awal Ozzy Osbourne Bermusik

Ozzy lahir di Birmingham, Inggris pada 3 Desember 1948. Masa remaja dilalui dengan berat. Ia jadi korban perundungan di sekolah—yang di kemudian hari mengaku sempat mencoba beberapa kali bunuh diri.

Di tengah masa remaja yang sulit, Ozzy menemukan kecintaannya pada musik. Ia terlibat dalam beberapa pertunjukan opera di sekolah. Di usia 14 tahun, ia mulai menyukai musik setelah mendengar lagu-lagu The Beatles.

Lagu “She Loves You” (1963) punya peranan penting dalam perjalanan musik Ozzy. Lewat lagu tersebut, ia mulai bercita-cita menjadi seorang musisi.

Pada tahun 1967, perjalanan musik Ozzy benar-benar dimulai. Ia diajak Geezer Butler—bassis Black Sabbath—bergabung dalam band Rare Breed. Bersama band barunya, Ozzy tampil sebanyak dua kali, namun mereka memilih bubar.

Ozzy kembali bereuni dengan Geezer di band baru mereka, Polka Tulk Blues. Kali ini, mereka bergabung dengan Tony Iommi (gitar) dan Bill Ward (drum) yang baru bubar dari band Mythology.

Polka Tulk Blues kemudian berganti nama menjadi Earth, dan kembali berganti nama menjadi Black Sabbath pada Agustus 1969. Dengan nama terakhir, Ozzy memulai perjalanan musiknya yang luar biasa—sebagai pionir sekaligus vokalis heavy metal terbesar dalam sejarah.

*Era Kejayaan dari Black Sabbath hingga Solo Karier* (SUBJUDUL)

Bersama Black Sabbath, Ozzy membelalakkan banyak orang. Album debut self-titled sukses besar di pasaran. Album ini berada pada posisi ke-8 dalam chart Inggris dan posisi ke-23 dalam chart AS.

Album-album selanjutnya, seperti “Paranoid” (1970), “Master of Reality” (1971), “Vol 4” (1972), “Sabbath Bloody Sabbath” (1973), “Sabotage” (1975), “Technical Ecstasy” (1976), dan “Never Say Die!” (1978) juga mendapat respon baik.

Namun di tengah kegemilangan kariernya, Ozzy punya permasalahan dengan ketergantungan terhadap alkohol dan narkoba. Hal ini membuat hubungannya dengan personel lain—terutama Tony Iommi—jadi menegang. Ia pun dikeluarkan dari band pada April 1979.

Dikeluarkan dari Sabbath membuat Ozzy terguncang. Ia memutuskan agar bisa lepas dari masalah ketergantungannya—untuk terakhir kali mengerjakan proyek solo dan kembali ke kampung halaman.

Rencananya di luar dugaan. Setelah merilis album debut solo “Blizzard of Ozz” pada tahun 1989, Ozzy justru meraih kesuksesan lain di luar band. Ia menjadi solois yang tangguh—terutama dengan dukungan Randy Rhoads sebagai gitaris.

Album-album lain pun diperkenalkan, seperti “Diary of a Madman” (1981), “Bark at the Moon” (1983), “The Ultimate Sin” (1986), “No Rest for the Wicked” (1988), dan masih banyak lagi. Total 13 album studio dikerjakan lewat proyek solonya, dengan album yang terakhir dirilis adalah “Patient Number 9” (2022).

Dengan perjalanan musiknya yang luar biasa, Ozzy Osbourne dilantik dua kali di Rock & Roll Hall of Fame, baik sebagai personel Sabbath maupun solois. Namanya juga diabadikan di salah satu bintang di Hollywood Walk of Fame.

Dalam konser perpisahan dengan Black Sabbath, “Back to the Beginning”, yang digelar di Villa Park, Birmingham pada 5 Juli lalu, Ozzy yang tampil solo membawakan “I Don't Know”, “Mr. Crowley”, l“Suicide Solution”, “Mama, I’m Coming Home”, dan “Crazy Train”.

Sementara dalam penampilannya dengan personel awal Sabbath, ia menyanyikan “War Pigs”, “N.I.B.”, “Iron Man”, dan “Paranoid”.