Bagikan:

JAKARTA - Yandy Laurens, sutradara film Sore: Istri Dari Masa Depan mengungkap alasan memilih dua lagu Barasuara sebagai soundtrack. 

Ia menjelaskan bagaimana ia menginterpretasikan kedua lagu tersebut. Baginya, "Terbuang Dalam Waktu" merefleksikan perjuangan dalam sebuah hubungan, khususnya pernikahan.

"Itu seperti LDR sama istriku, eh, sama pacar. Jadi ada rasa memperjuangkan, bagaimana bisa menikahinya dan bersama selama ini," kata Yandy dalam konferensi pers filmnya, pekan lalu, dikutip dari ANTARA.

Namun, ia menyadari bahwa perjuangan tidak berakhir setelah menikah. Justru, setelah berjuang bersama, tantangan untuk "mengarungi waktu" terus berlanjut.

Menurut Yandy, bagian tersebut, yang berbicara tentang pernikahan dan relasi, adalah esensi yang tidak bisa dilewatkan atau dihilangkan dari film. Ia merasa lagu tersebut berhasil menerjemahkan cerita yang ingin ia sampaikan.

Produser Suryana Paramita mengungkap bahwa pemiihan soundtrack itu terjadi saat Yandy bersamanya di dalam mobil.

"Yandy itu senang dengerin musik kencang (suaranya) di mobil, dan dari situ dia bisa kepikiran banyak sekali adegan, buat film yang mana belum tahu tapi adegannya dulu dia pikirin. Terus waktu di parkiran, dia kasih tahu aku, Mit, coba dengerin lagu ini sambil dia ceritakan adegan yang dia kepingin buat, jadi kayak 'pitching' sebenarnya," kata Paramita.

Di lain sisi, personel Barasuara sendiri merasa bangga bisa terliba di project ini. Mereka merasa lagu Barasuara jadi punya dimensi baru.

"Saat kami membuat lagu itu, kami punya semesta sendiri yang kami tahu dengan plotnya sendiri. Tapi ketika itu diletakkan dalam sebuah film, itu seperti punya semesta baru," kata Iga Massardi.

Gerald Situmorang kemudian menceritakan proses kreatif di baliknya, di mana seorang komponis dan pengarah musik Ovel Obaja menjadi pemain penting dalam diskusi kreatif untuk mengharmonikan karya mereka dengan film "Sore: Istri dari Masa Depan".

Bukan sekadar mendiskusikan penempatan trek untuk satu audio penuh; sebaliknya, Ovel justru meminta "serpihan-serpihan" dari lagu mereka.

Adanya "serpihan-serpihan" itu memungkinkan elemen-elemen seperti orkestra asli, gitar, vokal, dan drum dari lagu tersebut komplet ketika diintegrasikan secara strategis ke dalam adegan film "Sore: Istri dari Masa Depan".

"Seperti disampaikan Mas Adhitia Sofyan, di film ini, musik dikedepankan dalam penceritaan daripada sekadar latar belakang," tandas Gerald.