Bagikan:

JAKARTA - Indonesia kembali kehilangan salah satu talenta besar yang pernah mewarnai dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi Hamdan ATT meninggal dunia di usia 76 tahun pada Selasa, 1 Juli pukul 12.00 WIB

Dalam delapan tahun terakhir, Hamdan mengidap penyakit yang membuatnya harus beberapa kali menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Namun di tengah kondisi kesehatannya yang tidak cukup baik, penyanyi yang menjadi ikonik dengan lagu “Termiskin Di Dunia” itu menerima penghargaan khusus, Lifetime Achievement Award, dalam ajang Indonesian Dangdut Awards 2021.

Penghargaan tersebut menjadi bukti peran besar Hamdan ATT di industri musik Tanah Air, khususnya di ranah dangdut, yang jumlah penikmatnya tidak sedikit dan juga punya militansi tersendiri.

Hamdan adalah salah satu pedangdut yang mampu mempertahankan ciri khasnya selama lebih dari tiga dekade. Ia menjelma menjadi ikon dangdut melankolis yang dikenang lintas generasi.

Perjalanan musik Hamdan ATT dimulai sejak masih remaja. Minatnya terhadap musik membawanya tampil di banyak panggung kecil, hingga pada tahun 1970-an menjadi titik balik dalam kariernya.

Saat dangdut mulai mengakar sebagai identitas musik rakyat, Hamdan muncul sebagai pedangdut yang membawa nuansa melankolis dalam karya dan penampilannya – dengan pendekatan yang lebih halus dan emosional.

Hamdan mencapai puncak kariernya pada periode 1980-an hingga 1990-an. Ia merilis sederet lagu yang dengan cepat menembus pasar. Beberapa karyanya yang paling dikenal, meliputi “Termiskin Di Dunia”, “Doa Suci”, “Air Mata Darah”, dan “Bekas Pacar”.

Album seperti "Luka Lama", "Sengsara Menjadi Warisan", dan "Hidup Dalam Dosa" mendapat sambutan baik di kalangan pecinta dangdut. Pada masanya, kaset Hamdan ATT disebut mencapai penjualan ratusan ribu kopi.

Jika banyak penyanyi dangdut tampil dengan gaya glamor dan ekspresif, Hamdan ATT memilih citra yang berbeda, cenderung sederhana, baik dalam penampilan maupun gaya vokal.

Meski jarang tampil di tahun-tahun terakhir, pengaruh Hamdan ATT masih terasa kuat. Lagu-lagunya sering diputar ulang, baik oleh penyanyi dangdut modern, peserta ajang pencarian bakat, maupun dalam konten nostalgia di YouTube.