JAKARTA - Penyanyi bertalenta, Nyoman Paul akhirnya memperkenalkan album perdananya yang ia namakan LUAP. Album ini menjadi salah satu titik pencapaiannya yang hadir sebagai pendatang baru di industri musik.
Debut album yang dirilis oleh Universal Music Indonesia ini memuat delapan lagu. Mengusung genre musik pop yang catchy, album ini menyajikan tiga lagu yang telah dirilis sebelumnya dalam bentuk single yaitu “Tunggu Apa Lagi”, “Alunan Mimpi”, dan “Mundur Perlahan”.
Sedangkan lima lagu lainnya merupakan lagu baru yang secara khusus dirilis untuk album LUAP, yakni “Sekarang dan Selamanya”, “Penjara”, “Luapkanlah”, “Namanya Juga Hidup”, dan “Memori Kita”. Khusus untuk lagu “Namanya Juga Hidup”, Nyoman Paul melakukan kolaborasi unik dengan menggandeng rapper A.Nayaka.
Pemilihan LUAP sebagai judul album memiliki makna tersendiri bagi Paul. Ia berharap album ini bisa menjadi sarana untuk menunjukkan jati dirinya sebagai seorang musisi.
“Jadi album LUAP ini selain berasal dari nama saya sendiri juga menggambarkan bagaimana luapan isi hati saya yang dibungkus dalam karya, yaitu album. Kurang lebih album ini menjadi penegasan saya yang memilih berkarier sebagai seorang musisi dengan warna saya sendiri,” ujar Nyoman Paul dalam keterangan tertulis, 15 Mei.
Rampungnya album perdana Nyoman Paul tak lepas dari peran beberapa produser seperti Johan Gustafsson dan Josefin Glenmark Breman dari The Kennel asal Swedia di lagu ‘Memori Kita’. Lafa Pratomo di lagu “Penjara”, “Mundur Perlahan”, dan “Luapkanlah”. S/EEK di lagu “Tunggu Apa Lagi” dan “Alunan Mimpi”. Serta Krisna Trias di lagu “Sekarang dan Selamanya” dan “Namanya Juga Hidup”.
Dalam penulisan lirik, Nyoman Paul juga turut menggaet Rahman Sadli Waraiya dan Clara Riva.
“Bekerja sama dengan musisi-musisi hebat sudah pasti sangat menyenangkan karena banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Orang orang yang terlibat juga tidak segan-segan memberikan masukan positif, baik itu secara teknis tentang musik dan berbagai hal lainnya,” kata Nyoman Paul.
Memuat banyak ungkapan dan perasaan, Nyoman coba mengemas album ini agar tetap mudah didengar dan dinyanyikan.
“Lagu-lagu di album ini banyak menggunakan chord yang mudah diikuti sama teman teman yang suka main musik di sela sela waktu santainya. Harapannya supaya lagu-lagu di album ini bisa dekat dengan keseharian banyak orang dan jadi teman setia ketika lagu kumpul bersama kawan-kawan karena melodinya juga mudah diikuti,” paparnya.
Selain memiliki melodi yang catchy dan mudah diikuti, lagu lagu di album LUAP juga dilengkapi dengan lirik yang kuat tetapi dibungkus secara sederhana dan jujur sehingga mampu mewakili pengalaman banyak orang.
“Harapannya, semoga album LUAP ini bisa menjadi sarana saya untuk berkenalan dengan pendengar-pendengar baru dan menjadi sarana pencinta musik di luar sana untuk berkenalan dengan saya. Semoga album ini juga diterima dengan baik oleh mereka yang sudah dekat dengan musik saya sebelumnya,” ujar Nyoman Paul.