JAKARTA - Setelah menjalani prosedur pemeriksaan di Jepang, penyebab meninggalnya gitaris Seringai, Ricky Siahaan yang secara tiba-tiba itu telah diketahui.
Melalui siaran pers resmi yang diberikan pihak Seringai kepada awak media hari ini, Rabu, 23 April, Ricky disebut meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Berdasarkan keterangan resmi tim medis setempat, almarhum mengalami serangan jantung tidak lama setelah tampil bersama Seringai dalam acara Gekiko Fest — bagian dari rangkaian Wolves of East Asia Tour 2025 di Taiwan dan Jepang,” bunyi keterangan resmi Seringai.
Setelah penyebab kematiannya diketahui, Seringai dan keluarga – dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo – langsung mengurus repatriasi jenazah Ricky Siahaan.
Jenazah disebut akan tiba di Jakarta pada Kamis, 24 April petang, dan akan dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang Barat pada Sabtu, 26 April.
BACA JUGA:
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh dukungan, bantuan, dan kemudahan yang diberikan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo,” kata Seringai. “Serta kepada teman-teman dari Jepang dan Indonesia yang telah bahu-membahu membantu sejak kejadian hingga proses repatriasi jenazah berlangsung.”
Pihak Seringai juga berterima kasih untuk seluruh doa yang diberikan. Mereka menyebut apa yang telah dilakukan mendiang lewat musiknya, akan tetap hidup.
“Kami juga sangat menghargai setiap doa, perhatian, dan cinta yang terus mengalir dari berbagai penjuru, baik selama di Tokyo maupun setibanya kembali di Jakarta,” kata Seringai.
“Semangat, dedikasi, dan warisan musik Ricky Siahaan akan terus hidup dalam hati dan musik kami. Selalu, selalu, selamanya!”