Bagikan:

JAKARTA - Seringai dan keluarga sedang mengurus proses repatriasi (pemulangan) jenazah Ricky Siahaan ke Tanah Air, setelah menyelesaikan beberapa prosedur dengan otoritas setempat di Jepang.

Melalui pernyataan resmi pihak Seringai kepada awak media, pemulangan jenazah dibantu oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, dan akan tiba di Jakarta pada Kamis, 24 April petang.

“kami bersama keluarga, dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, telah menyusun rencana repatriasi jenazah almarhum ke Indonesia yang akan tiba pada Kamis petang,” kata Seringai melalui siaran pers.

Mendiang Ricky Siahaan akan lebih dulu disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta Pusat.

Setelah melalui ibadah penghiburan pada Jumat malam dan acara adat pada Sabtu pagi, Ricky Siahaan akan dikebumikan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang Barat pada Sabtu siang.

Pihak Seringai meminta agar seluruh pihak yang ingin memberikan penghormatan terakhir bagi Ricky, agar mengikuti jadwal yang disebut di atas.

Dalam pernyataan resminya, Seringai juga menginformasikan mengenai penyebab meninggal Ricky – yang terjadi secara mendadak – setelah merampungkan rangkaian tur di Taiwan dan Jepang.

“Kami mengonfirmasi bahwa Ricardo Bisuk Juara Siahaan, atau yang lebih dikenal sebagai Ricky Siahaan — co-founder, gitaris, dan penulis lagu Seringai — telah berpulang pada Sabtu, 19 April 2025 pukul 21.30 di Tokyo, Jepang, dalam usia 48 tahun,” tulis Seringai.

“Berdasarkan keterangan resmi tim medis setempat, almarhum mengalami serangan jantung tidak lama setelah tampil bersama Seringai dalam acara Gekiko Fest — bagian dari rangkaian Wolves of East Asia Tour 2025 di Taiwan dan Jepang.”

Pihak Seringai juga mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan selama masa berkabung, yang telah mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh dukungan, bantuan, dan kemudahan yang diberikan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, serta kepada teman-teman dari Jepang dan Indonesia yang telah bahu-membahu membantu sejak kejadian hingga proses repatriasi jenazah berlangsung,” kata Seringai.

“Kami juga sangat menghargai setiap doa, perhatian, dan cinta yang terus mengalir dari berbagai penjuru, baik selama di Tokyo maupun setibanya kembali di Jakarta. Semangat, dedikasi, dan warisan musik Ricky Siahaan akan terus hidup dalam hati dan musik kami. Selalu, selalu, selamanya!”