Bagikan:

JAKARTA - Mark Hoppus membagikan kisah masa kecilnya yang harus diperumit dengan perceraian orang tuanya.

Kesulitan yang dihadapi membuat bassis Blink 182 itu tumbuh dewasa dengan cara yang mengerikan.

Hoppus mengatakan, kedua orang tuanya sudah tidak saling bicara satu sama lain selama puluhan tahun. Kondisi tersebut membuat masa kecilnya tidak lagi menyenangkan.

“Saya selalu merasa seperti berada di tengah-tengah, karena mereka tidak mau berbicara satu sama lain,” kata Mark Hoppus dalam wawancara terbaru dengan The Guardian.

“Dan saya harus berdebat dengan kedua belah pihak, melindungi ayah saya dari ibu saya, melindungi ibu saya dari ayah saya, melindungi saudara perempuan saya dari mereka berdua,” sambungnya.

Selama bertahun-tahun, kata Hoppus, posisinya selalu seperti itu. Tentunya tidak mudah menjadi penangah ketika usia masih sangat muda.

Dari pengalamannya saat kecil di dalam keluarga, Hoppus merasa posisinya selalu menjadi mediator, yang digambarkannya sebagai sesuatu yang hebat sekaligus sangat buruk.

“Kepribadian saya menjadi mediator, orang yang mencoba membuat semua orang senang dan membuat semua orang bisa menerima keadaan. Itulah yang saya sukai dari bermain bass. Itu adalah hal yang menyatukan semuanya, antara drum dan gitar,” tutur sang bassis.

“Jadi, kepribadian itu hebat dan juga sangat buruk. Saya masih merasa bahwa saya harus menghadapi berbagai hal, mencoba dan mencari tahu, padahal mungkin saya harus membiarkan alam berjalan sebagaimana mestinya. Saya khawatir saya akan menempatkan diri saya dalam situasi yang sebenarnya tidak seharusnya saya lakukan,” tandasnya.