JAKARTA - Pengalaman berkesan didapat Andien Aisyah saat menjejakkan kaki di Golo Mori, Manggarai Barat, NTT. Perasaan bahagia dan kagum terhadap keindahan alamnya mendatangkan inspirasi dalam menulis lagu.
Bait-bait lirik mengalir cepat dalam benak Andien saat menghirup udara, membelai bentang alam, dan berjalan tanpa alas kaki di atas tanah Golo Mori. Ia sebagai sosok yang mencintai Indonesia Timur dengan berbagai pesonanya merasa sangat tersentuh.
"Aku memang berkolaborasi dengan Nikita Dompas, buat sebuah lagu untuk Golo Mori. Itu terjadi di tahun lalu sebenarnya, jadi aku berharap tahun ini bisa kita bawakan," tutur Andien ditemui di konferensi pers International Golo Mori Jazz 2025 di Menteng, Jakarta Pusat 5 Maret.
"Golo Mori itu saking indahnya aku merasa menapakkan kaki di sana itu seperti menapakkan kaki di surga. Memang aku harus ke Golo Mori dulu untuk bisa menulis seperti apa rasanya. " tambahnya.
BACA JUGA:
Menurut Andien, proses kreatif bersama Nikita Dompas juga terasa mengalir. Ada sentuhan ornamen instrumen khas daerah yang menambah kekhasan lagunya yang akan dibawakan di IGMJ 2025 pada 12 April nanti.
"Sebentar banget, emang benar-benar mengalir banget. Kayanya semua prosesnya dua jam lah. Satu jam nulis lagu, satu jam bikin demonya," jelasnya.
"Nikita Dompas juga menambahkan ornamen-ornamen alat musik Flores. Ini mungkin kali pertama aku membuat lagu dengan ornamen alat musik daerah," kata Andien.
Di IGMJ 2025 nanti, Andien akan diiringi Tohpati dengan konsep musik orkestra. Selain itu ada juga penampilan tak kalah istimewa dari Maliq & D'Essentials, Sheila Majid dan Tate Kind feat Gema Nusa Project.