JAKARTA - Salah satu lagu milik Sukatani, grup musik punk asal Purbalingga menghilang dari peredaran. Lagu tersebut adalah Bayar Bayar Bayar, sebuah kritik sosial yang ditujukan pada oknum polisi.
Lagu itu sebenarnya sudah dirilis pada 2023 lalu, tapi belakangan kembali viral di dunia maya. Di tengah situasi yang memanas, lagu tersebut meraih atensi publik dan mengundang banyak komentar.
Akhirnya, Sukatani membuat video permintaan maaf atas lagu berlirik frontal tersebut. Mereka telah men-takedown lagu tersebut dari platform streaming digital.
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu Bayar Bayar Bayar yang liriknya 'bayar polisi' yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial," ujar Electroguy, personel Sukatani di unggahan Instagram, 20 Februari.
"Saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar, lirik lagu bayar polisi," lanjutnya.
Tak sampai di situ, Sukatani juga mengimbau para pendengar yang membagikan lagu tersebut di medsos, agar segera dihapus. Mereka tak bertanggung jawab atas konsekuensi yang mungkin terjadi ke depannya.
BACA JUGA:
"Dengan ini, saya mengimbau ke semua pengguna akun media sosial yang telah memiliki lagu kami dengan judul Bayar Bayar Bayar... dan menarik semua video menggunakan lagu kami dengan judul Bayar Bayar Bayar. "Karena apabila ada risiko di kemudian hari sudah bukan tanggung jawab kami dari band Sukatani" tutur Twister Angel atau Syifa, sang vokalis.
Para musisi dan netizen meramaikan kolom komentar dengan dukungan terhadap duo punk tersebut. Mereka memberi dukungan sebagai wujud kebebasan dalam berekspresi dan berkarya seni bagi para musisi.
"Aku bersama kalian 🫵🔥," tulis Iga Massardi di kolom komentar. "Kalian ga salah. Kita semua juga tau kalo mau damai kudu bayar bayar bayar. Gas terus @sukatani.band 🔥," ujar Azizah Hanum.
View this post on Instagram