JAKARTA - Vando x Billie Koplo dengan mengusung konsep DJ berkaraoke, memimpin pertunjukan Dunia Tanpa Syarat yang berlangsung di M Bloc Space, Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Februari malam. Pertunjukan ini merupakan bagian dari instalasi imersif yang menjadi perwujudan kampanye “Tanpa Syarat dan Ketentuan”.
Lagu-lagu dengan berbagai latar dibawakan Vando x Billie Koplo bersama puluhan pengunjung yang hadir. Dengan kompak, mereka menyanyikan “Separuh Nafas” dari Dewa 19, “Seandainya” dari Vierratale, “You Belong With Me” dari Taylor Swift, “Birds of A Feather”dari Billie Eilish, “Hot N Cold” dari Katy Perry, hingga “Pudar” dari Rossa.
Pertunjukan menjadi semakin meriah ketika lagu-lagu dangdut dan koplo dibawakan, seperti “Cikini Gondangdia” dari Duo Anggrek, “Goyang Dumang” dari Cita Citata, “Cinta Satu Malam” dari Melinda, “Begadang” dari Rhoma Irama, hingga “Kopi Dangdut” dari Fahmi Shahab.
Setlist yang ditampilkan menggambarkan bagaimana pertunjukan Dunia Tanpa Syarat hadir untuk dinikmati oleh seluruh orang yang hadir, tanpa syarat dan ketentuan. Hal tersebut sejalan dengan instalasi imersif yang harus lebih dulu dilalui para pengunjung sebelum menikmati pertunjukan musik.
Pada instalasi pertama, Heritage Room, pengunjung diajak menjelajahi perjalanan panjang dan evolusi Bintang bersama masyarakat Indonesia sejak 1952, yang mana telah menjadi bagian dari momen kebersamaan, merayakan keberagaman, dan menciptakan ruang untuk terhubung melampaui perbedaan.
Kemudian, pengunjung dibawa ke Prologue Room, untuk menonton manifesto yang mengajak mereka untuk mengambil sikap reflektif dengan kisah yang menggugah, untuk mengungkap tekanan sosial, judgment, dan penilaian yang sering memisahkan kita semua.

Pada empat instalasi selanjutnya, pengunjung dibawa untuk melewati berbagai ruang untuk melihat diri sendiri. Di ruang Generation Labelling, pengunjung melewati kapsul waktu yang menggambarkan tantangan dan label yang dihadapi setiap usia. Ruangan ini memberi pengalaman interaktif yang membawa pengunjung melihat dunia dimana judgment jadi hal yang lumrah.
Kemudian di ruang Appearance, pengunjung membuat avatar yang mencerminkan penampilan mereka tanpa takut terhadap kritikan yang sering muncul. Instalasi ini ingin mengeksplorasi bagaimana stereotip terhadap penampilan seringkali membentuk persepsi sosial, membatasi kebebasan berekspresi, dan menciptakan label yang belum tentu mencerminkan jati diri seseorang.
Memasuki ruang Zodiac Spark, pengunjung akan melihat labirin tempat setiap tanda zodiak menjadi hidup di bawah cahaya neon. Ruangan ini berupaya menjelaskan bagaimana judgment terkait zodiak sering muncul dan mempengaruhi persepsi orang terhadap diri mereka.
BACA JUGA:
Kemudian di ruang Beyond 9 to 5, pengunjung diajak berimajinasi tentang profesi tidak konvensional dan tak terbayangkan sebelumnya. Mesin foto AI akan mencetak potret pengunjung dengan profesi unik. Instalasi ini juga mengeksplorasi bagaimana stereotip terhadap pekerjaan kerap membatasi cara kita melihat potensi seseorang, menciptakan label bahwa hanya profesi tertentu yang dianggap serius atau bernilai, padahal setiap individu memiliki jalannya sendiri untuk menuju kesuksesan.
Pada ruang terakhir, Tanpa Syarat dan Ketentuan: Melepas Label dan Menyatu dalam Kebersamaan, pengunjung didorong untuk melepas ‘label’ yang diberikan di ruangan-ruangan sebelumnya. Ini ditujukan sebagai deklarasi serta harapan agar pengunjung dapat terbebas dari label dan stereotip yang sering melekat dalam hidup.
Instalasi imersif dan pertunjukan Dunia Tanpa Batas telah digelar sejak Sabtu, 8 Februari, dan masih akan berlanjut hingga Minggu, 16 Februari.
Pada Jumat, 14 Februari, Deposito Disko x Kevin Julio akan hadir untuk merayakan malam valentine atau kasih sayang bersama pengunjung.
Selanjutnya, pada Sabtu, 15 Februari akan ada penampilan dari 40 BKR Brothers x Natasha Abigail Podcast. Di malam terakhir, pertunjukan Dunia Tanpa Batas akan menghadirkan Adriano Qalbi dan OomLeo Berkaraoke x El Rumi.