Bagikan:

JAKARTA - Sejak tidak lagi menjadi member Blink dan memulai solo karier di tahun 2017, Ify Alyssa secara konsisten mengusung warna musik pop-jazz dalam karya-karyanya.

Bukan tanpa alasan ketika Ify memilih untuk berkarya dengan mengusung genre pop-jazz. Dia mengaku sudah dekat dengan karya-karya musisi jazz sejak kecil.

“Kayaknya dari kecil selalu didengarkan sama musik jazz, dari kecil banget bahkan, jadi familiar banget sama jazz. Cukup dekat sih sama aku,” kata Ify, saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Ify menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk menyanyikan gaya musik jazz yang lebih tradisional atau bisa dibilang lebih nge-jazz.

Dalam album terbarunya, “Menata”, ia bahkan sengaja memasukkan single “Roda-Roda” yang diaransemen dengan gaya musik samba.

“Di album ini kan ada lagu "Roda-Roda" tuh, yang genrenya lebih ke samba. Itu perkenalan aja sih, mungkin aku pengin transisi dulu nih ke pendengar-pendengar aku, kalau Ify itu sewaktu-waktu bisa belok ke genre apapun yang dia suka atau dia lagi pengin bikin musiknya loh,” ujar Ify.

“Dan ternyata responnya baik-baik saja untuk "Roda-Roda", walaupun memang secara angka, lagu cinta lebih di atas. Cuma aku senang sih bisa membagikan musik-musik yang idealis aku lah,” lanjutnya.

Seperti halnya Laufey di Amerika Serikat, yang berhasil mempertemukan musik jazz dengan pendengar dari kalangan Gen Z, Ify juga menilai fenomena serupa bisa terjadi di industri musik Indonesia.

“Sangat mungkin sih. Karena aku merasa pendengar musik yang sekarang lebih diverse juga, terus lebih bisa menerima berbagai genre musik. Jadi, justru dari sudut pandang aku sebagai singer-songwriter, malah lebih bebas untuk berkarya, nggak terkotak-kotak pada genre, kayak kalau di Indonesia harus pop atau harus lebih galau, nggak sih. Lebih bebas rasanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ify menyatakan kesukaannya terhadap lagu-lagu lawas. Dalam penggarapan album terbaru, ia lebih memilih lagu-lagu lama untuk dijadikan referensi.

“Kayanya yang pas di hati yang jadul-jadul sih lagunya. Kalau denger lagu-lagu jadul tuh rasanya kaya selalu everlasting, long lasting. Dan aku mau bikin lagu yang instant classic, kalau di dengarkan di semua zaman itu enak,” pungkasnya.