Bagikan:

JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) mengeklaim bahwa seluruh sepeda motor Honda yang beredar di Indonesia saat ini sudah kompatibel menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol hingga 10 persen (E10).

Dengan begitu, konsumen tak perlu cemas menghadapi kebijakan pemerintah yang mulai mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan berbasis etanol. Kepastian ini disampaikan oleh General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin.

Dia menyebut kemampuan motor Honda dalam menggunakan BBM E10 bukan hal baru. Informasi terkait kompatibilitas bahan bakar tersebut sudah dicantumkan secara resmi di buku manual pemeliharaan setiap produk Honda.

“Saya hanya bisa menyatakan begini, semua sepeda motor yang dipasarkan oleh PT Astra Honda Motor saat ini sudah memenuhi kualifikasi untuk menggunakan bensin E10 (10 persen etanol),” ujar Muhib di Jakarta, belum lama ini.

“Itu sudah kita sampaikan di buku manual pemeliharaan. Jadi seharusnya tidak ada masalah,” lanjutnya.

Muhib menambahkan, penerapan sistem yang mendukung BBM beretanol sebenarnya sudah dilakukan cukup lama, yakni sejak Honda beralih dari sistem karburator ke teknologi injeksi yang mulai digunakan secara luas antara tahun 2010–2015.

“Saya lupa pastinya (sejak kapan), tapi sudah lama. Sejak kami beralih ke sistem injeksi itu sudah. Saya lupa dari tahun berapa, tapi ini sudah lama (kompatibel),” ucap Muhib.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa untuk sepeda motor lawas yang masih menggunakan karburator. Para pemilik disarankan melakukan pengecekan lebih dulu untuk memastikan kesesuaian dengan bahan bakar beretanol.

“Kalau yang karburator, itu harus dicek lagi, secara hasil lab seperti apa. Tapi sekarang kita sudah tidak memasarkan motor karburator. Semua produk baru sudah injeksi,” jelasnya.

Dengan teknologi injeksi yang kini menjadi standar di seluruh model, AHM memastikan setiap motor Honda tetap aman, efisien, dan ramah lingkungan meski menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol hingga 10 persen.