Kapan Air Radiator Motor Harus Diganti? Ini Tolak Ukur dan Ciri Cairan Perlu Diganti
Ilustrasi mesin sepeda motor (Unsplash)

Bagikan:

YOGYAKARTA – Salah satu aspek perawatan penting untuk menjaga mesin sepeda motor tetap awet adalah penggantian air radiator. Air radiator memiliki peran krusial dalam menjaga suhu mesin agar tidak overheating. Namun, kapan sebaiknya air radiator motor diganti?

Fungsi Air Radiator Motor

Air radiator adalah cairan khusus yang berfungsi untuk mendinginkan mesin sepeda motor dan melindungi sistem pendingin. Cairan ini tidak hanya mencegah overheating, tetapi juga melindungi mesin dari korosi, menjaga kelenturan karet, dan mencegah pemuaian karet yang bisa mengakibatkan kebocoran. Oleh karena itu, penggunaan air radiator yang benar sangat penting.

Frekuensi Penggantian Air Radiator

Tidak ada patokan waktu yang pasti untuk mengganti air radiator, namun sebagai pedoman umum, penggantian dilakukan setiap sepeda motor telah menempuh 9.000 hingga 10.000 kilometer (km). Beberapa pabrikan bahkan menyarankan penggantian setiap 12.000 km. Namun, tingkat keausan air radiator juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi penggunaan dan perawatan.

Ciri-ciri Air Radiator Harus Diganti

Ada beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi bahwa air radiator perlu diganti:

  1. Jarak Tempuh Sudah Melewati Batas: Catat kapan terakhir kali Anda melakukan servis berkala atau mengganti air radiator, baik untuk motor baru maupun motor lama.

  2. Lampu Indikator Suhu Menyala: Beberapa sepeda motor memiliki lampu indikator suhu mesin yang akan menyala jika mesin overheating. Jika lampu ini aktif, hentikan sepeda motor dan biarkan mesin mendingin sebelum melanjutkan perjalanan.

  3. Boros Bahan Bakar: Konsumsi bahan bakar yang lebih boros dari biasanya bisa menjadi tanda bahwa suhu mesin terlalu tinggi.

  4. Mesin Sering Mati Mendadak: Mesin yang sering mati mendadak bisa menjadi indikasi suhu mesin yang terlalu tinggi.

  5. Cairan Coolant Memudar: Saat melakukan servis rutin, perhatikan warna cairan coolant. Jika warnanya sudah memudar, cobalah untuk mengganti dengan cairan yang baru.

  6. Air Radiator Sering Berkurang Drastis: Air radiator seharusnya tidak berkurang secara drastis. Jika Anda sering menemukan penurunan yang signifikan dalam level air radiator, periksa apakah ada kebocoran.

Gantilah air radiator dengan cairan yang direkomendasikan oleh montir terpercaya atau dapatkan di bengkel resmi. Dengan menjaga kondisi air radiator yang baik, Anda dapat memastikan mesin sepeda motor tetap dalam performa optimal.

Itulah informasi terkait kapan air radiator motor harus diganti. Kunjungi VOI.ID untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.