JAKARTA - Submerek anyar milik BYD, Linghui, resmi merilis gambar perdana model debutnya, sedan listrik Linghui e9. Model ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 605 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Linghui sendiri diperkenalkan secara resmi pada 2 Februari lalu dengan visi mendefinisikan ulang mobilitas melalui inovasi teknologi, serta diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar transportasi publik. Mulai dari taksi, layanan transportasi daring, perusahaan penyewaan kendaraan, hingga armada pemerintahan.
Selain Linghui e9, otoritas MIIT China juga telah mengungkap tiga model lain di bawah merek Linghui, yakni Linghui e5, Linghui e7, serta Linghui M9. Seri “e” sepenuhnya mengusung tenaga listrik murni, sementara M9 menjadi satu-satunya model dengan teknologi plug-in hybrid.
Berdasarkan gambar resmi dan dokumen pendaftaran, Linghui e9 mengadopsi pendekatan desain yang mengingatkan pada generasi awal BYD Han. Bagian depan tampil dengan gril besar bermotif matriks titik berlapis krom, dipadukan dengan lampu utama terpisah yang berkarakter tajam.
Dari sisi samping, logo merek Linghui terlihat menempel di atas trim krom, dengan penggunaan gagang pintu konvensional serta pelek alloy hitam. Mobil ini menggunakan ban berukuran 245/50 R18 atau 245/45 R19, tergantung varian.
BACA JUGA:
Di buritan, Linghui e9 dibekali lampu belakang menyatu yang memanjang, lengkap dengan reflektor merah di kedua sisi bumper. Emblem “Linghui EV” terpasang di tengah pintu bagasi, sementara penanda “e9” berada di sudut kanan bawah.
Untuk dimensinya, sedan listrik ini memiliki panjang 4.995 mm, lebar 1.910 mm (atau 1.940 mm tergantung varian), tinggi 1.495 mm, serta jarak sumbu roda 2.920 mm, yang menempatkannya di kelas sedan menengah.
Seperti dilansir dari Carnewschina, Kamis, 19 Februari, soal performa, Linghui e9 mengandalkan motor listrik yang ditempatkan di bagian depan dengan dua opsi output daya, yakni 135 kW (181 hp) dan 150 kW (201 hp).
Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate Blade milik BYD, dengan kapasitas 60,5 kWh dan 64,315 kWh. Kedua pilihan baterai tersebut masing-masing diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh 535 km dan 605 km berdasarkan pengujian CLTC.