JAKARTA - Beijing Automotive Group (BAIC) melalui merek Arcfox terus berupaya untuk terus bersaing di segmen mobil listrik, salah satu langkah yang dilakukan yaitu menghadirkan penyegaran untuk model Kaola S.
Mengutip dari laman CNevpost, Rabu, 14 Januari, hadir dengan tiga varian mulai dari Air, Pro, dan Max semuanya dilengkapi dengan baterai lithium besi fosfat (LFP) dari CATL, yang memberikan jangkauan CLTC sejauh 520 km.
Meski mendapat pembaruan, harganya justru turun yang kini dibanderol mulai dari 99.800 yuan atau Rp241 jutaan, dan harga versi sebelumnya ada diangka 109.800 yuan atau Rp265 jutaan.
Secara spesifikasi, Kaola S 2026 memiliki panjang 4.500 mm, lebar 1.870 mm, dan tinggi 1.675 mm, dengan jarak sumbu roda 2.820 mm.
Didukung oleh motor sinkron magnet permanen yang menghasilkan daya maksimum 150 kW dan torsi puncak 255 Nm, kendaraan ini dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 7,5 detik.
Kendaraan ini mendukung pengisian daya cepat, hanya membutuhkan waktu 26 menit untuk mengisi ulang kapasitas baterai dari 30 hingga 80 persen.
Masuk ke dalam kabin, Kaola S memiliki layar tengah berdefinisi tinggi berukuran 15,6 inci, dengan fungsi kabin yang didukung oleh chip Qualcomm Snapdragon 8155.
Arcfox termasuk di antara produsen kendaraan listrik (EV) paling awal di China, meskipun kinerja penjualannya kurang memuaskan dalam beberapa tahun terakhir. Peluncuran T1, beberapa waktu lalu dan pembaruan ini merupakan upaya penting untuk terus bersaing.
BACA JUGA:
Peluang hadir di Indonesia
BAIC Indonesia telah berkomitmen untuk membawa Arcfox ke pasar Indonesia, dan model pertama yang akan dipasarkan yaitu T1. Tentunya besar kemungkinan model satu ini juga hadir di masa mendatang, mengingat pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia semakin diminati.