Bagikan:

JAKARTA - BYD resmi memperkenalkan Seagull 2026, atau yang dikenal sebagai Atto 1 di pasar Indonesia. Mobil listrik mungil tersebut tampil perdana dalam ajang Beijing Auto Show 2026 dengan membawa sejumlah pembaruan fitur dan teknologi.

Melansir Carnewschina, Selasa, 12 Mei, model terbaru ini hadir dalam empat varian dengan banderol mulai 69.900 yuan atau sekitar Rp180 jutaan hingga 85.900 yuan atau setara Rp221 jutaan sebagai varian tertingginya.

Sorotan utama pada pembaruan Seagull 2026 terletak pada hadirnya sistem bantuan mengemudi pintar “God’s Eye B” atau DiPilot 300 yang tersedia sebagai opsi tambahan. Paket teknologi ini sudah dilengkapi sensor Lidar dan membuat harga kendaraan meningkat menjadi 90.900 yuan hingga 97.900 yuan.

Dari sisi tampilan, BYD menghadirkan dua warna baru yakni Mango Orange dan Mint Green, melengkapi pilihan sebelumnya seperti Warm Sun White serta Peach Powder. Mobil ini juga memakai pelek 16 inci model “Starlight” dan desain lampu belakang LED terbaru dengan bentuk logo yang diperbarui.

Dimensi kendaraan tetap ringkas dengan panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm, serta jarak sumbu roda 2.500 mm. Masuk ke kabin, BYD menambahkan tema interior baru bernama Oatmeal Rice. Sistem hiburan mengandalkan DiLink 150 dengan layar sentuh 12,8 inci beresolusi tinggi yang mendukung tampilan kendaraan 3D dan navigasi personalisasi.

Untuk fitur, DiPilot 300 memungkinkan fungsi Navigasi Kota dengan Autopilot (CNOA), deteksi lampu lalu lintas, hingga kemampuan membaca kondisi bundaran. Sementara dari sisi kenyamanan tersedia pengisian daya ponsel nirkabel 50W, jok depan berpemanas, dan kursi pengemudi elektrik enam arah.

Teknologi keselamatan yang disematkan juga cukup lengkap, mulai dari Driver Monitoring System (DMS), Automatic Emergency Braking (AEB), hingga perekam berkendara lima arah. Seluruh varian Seagull 2026 menggunakan motor listrik tunggal berkekuatan 55 kW atau setara 74 dk dengan torsi maksimum 135 Nm.

BYD menawarkan dua pilihan baterai, yakni 30,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 305 km serta baterai 38,88 kWh yang mampu menempuh hingga 405 km. Sepanjang tahun lalu, penjualan Seagull di China sempat mencapai puncaknya pada April dengan angka 34.005 unit.

Namun, setelah mencatat 30.708 unit pada Juni, penjualannya belum kembali menembus level 30 ribu unit per bulan. Persaingan ketat di segmen kendaraan listrik kompak menjadi salah satu penyebabnya.

Model ini kini mendapat tekanan dari Geely Xingyuan yang menjadi salah satu kendaraan energi baru terlaris di China tahun lalu. Selain itu, sejumlah model baru juga mulai meramaikan pasar, seperti Arcfox T1 dan Leapmotor A10 yang meluncur pada awal tahun ini.