JAKARTA - Dikenalkan pada 17 Oktober lalu, akhirnya kolaborasi Nissan dan Dongfeng (Dongfeng Nissan) resmi meluncurkan N6 PHEV di China pada Senin, 1 Desember, dengan harga mulai 99.900 yuan atau sekitar Rp235 jutaan.
Mengutip Carnewschina, sedan PHEV ini menjadi model pertama dari seri N yang hadir di luar lini kendaraan listrik murni yang sudah dipasarkan sebelumnya.
Menariknya, Nissan N6 PHEV juga sedang dipertimbangkan untuk dirilis di pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, dan sebagian Amerika Latin. Bisa saja Indonesia termasuk dalam daftar tersebut.

Melihat lebih dekat, Nissan N6 PHEV mengusung bahasa desain serupa dengan Nissan N7 yang sepenuhnya bertenaga listrik. Fascia depannya tampil futuristis dengan grille tertutup, bilah lampu atas yang memanjang, lampu utama berbentuk L, emblem ‘NISSAN’ menyala, gagang pintu tersembunyi, serta port pengisian daya yang terintegrasi di panel belakang.
Bagian belakangnya hadir dengan profil bergaya coupe, lampu belakang tembus pandang, dan bumper bersih tanpa lubang knalpot terlihat.
BACA JUGA:

Secara dimensi, Nissan N6 PHEV memiliki panjang 4.831 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.494 mm, dan wheelbase 2.815 mm, menempatkannya sebagai sedan menengah. Pilihan warnanya beragam, mulai Sunlight Gold, Mirage Silver, Wind-colored Purple, Rock Grey, Obsidian Black, hingga Pearl White.
Masuk ke interior, kabin N6 menghadirkan layar sentuh mengambang di tengah dan kluster instrumen digital, dengan pilihan nuansa terang atau gelap. Varian entry-level dibekali lampu LED, lampu depan otomatis, kamera mundur, panel instrumen 10,25 inci, layar tengah 14,6 inci, serta sistem infotainment berbasis Qualcomm Snapdragon 8155.
Pada varian yang lebih tinggi, hadir tambahan berupa lampu LED adaptif, ambient lighting, sunroof panoramik dengan shade manual, kamera surround-view 540 derajat, dan fitur lainnya.
Untuk performanya, N6 PHEV mengandalkan mesin bensin 1.5 liter yang dipadukan motor listrik, ditenagai baterai lithium iron phosphate (LFP) 21,1 kWh buatan produsen lokal China.
Mobil ini menawarkan jarak tempuh listrik murni berdasarkan standar CLTC hingga 180 km atau 170 km, tergantung varian baterai—angka yang tergolong sangat tinggi untuk sebuah PHEV di kisaran harga Rp200 jutaan.