JAKARTA – BYD tengah menyiapkan versi terbaru dari Atto 3 untuk pasar China, dan kali ini peningkatannya cukup signifikan. Model 2026 ini mendapatkan tambahan tenaga hingga 107 hp, menjadikannya jauh lebih bertenaga dari versi sebelumnya. Semua berkat penggunaan motor listrik 308 hp yang sama dengan milik sedan BYD Seal EV.
Mengutip dari laman CarNewsChina, Jumat, 10 Oktober, penggunaan motor baru tersebut menandakan Atto 3 akan beralih ke sistem tegangan tinggi 800V, yang memungkinkan pengisian daya DC lebih cepat dan efisiensi energi lebih baik. Langkah ini sekaligus menegaskan ambisi BYD untuk menjaga daya saing Atto 3 di tengah pasar SUV listrik yang semakin ketat.
Dikenal sebagai Yuan Plus di pasar domestik, BYD Atto 3 pertama kali meluncur di China pada 19 Februari 2022. Sejak itu, mobil listrik ini telah dipasarkan di lebih dari 110 negara, termasuk Indonesia, dan mencatat penjualan global menembus 1 juta unit. Meski begitu, seiring waktu performanya mulai terasa tertinggal dibandingkan para rival yang menawarkan tenaga dan kemampuan pengisian lebih unggul.
Pada Maret 2025, BYD sempat memperbarui Atto 3, namun fokus penyegaran kala itu lebih pada peningkatan fitur keselamatan dan sistem bantuan pengemudi (ADAS). Kini, BYD menyiapkan pembaruan besar di sektor powertrain, yang digadang-gadang mampu mengembalikan posisi Atto 3 sebagai salah satu SUV listrik paling menarik di kelasnya.

BACA JUGA:
Secara tampilan, desain eksterior Atto 3 versi terbaru masih mengikuti bahasa desain facelift 2025. Dimensinya tetap sama, yakni 4.455 mm panjang, 1.875 mm lebar, dan 1.615 mm tinggi, dengan jarak sumbu roda 2.720 mm. Namun bobotnya kini meningkat menjadi 1.880 kg, naik dari sebelumnya 1.625–1.690 kg. Kenaikan ini mengisyaratkan penggunaan baterai berkapasitas lebih besar, meski detail resminya belum diungkap.
Menariknya, motor listrik TZ200XYC yang digunakan juga menjadi andalan pada Denza N7 dan BYD Seal EV, keduanya mengusung sistem 800V. Jika tidak ada kendala, Atto 3 versi terbaru akan mulai dijual di China sebelum akhir tahun ini, sebagai upaya BYD memperkuat posisi di segmen SUV listrik yang semakin kompetitif.