Bagikan:

TANGERANG - Kabar baik bagi pecinta offroad karena BAIC Indonesia resmi meluncurkan BJ30 Hybrid, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Bahkan, menandai tonggak sejarah penting dikarenakan sebagai peluncuran model BAIC BJ30 hybrid Right Hand Drive (RHD) dari BAIC di dunia.

Dalam rangka memperkenalkan BJ30 Hybrid kepada pasar Indonesia, BAIC Indonesia memberikan penawaran istimewa bagi 500 pelanggan pertama. Konsumen dapat langsung memiliki unit BJ30 Hybrid dengan harga spesial setara estimasi harga produksi lokal, tanpa harus menunggu proses perakitan lokal yang rencananya akan dilakukan di tahun 2026.

Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya, mengatakan model ini hadir untuk penggemar SUV dan memiliki desain gagah serta punya efisiensi yang mumpuni.

"Produk ini merupakan peluncuran varian right hand drive pertama kami di dunia, yang menjadi bukti nyata keseriusan BAIC untuk menjawab kebutuhan pasar Indonesia," katanya, saat peluncuran, di ICE BSD, Tangerang.

Untuk varian BJ30 4x4, harga normal Rp605 juta, namun khusus untuk 500 pelanggan pertama tersedia dengan harga Rp575 juta (OTR Jakarta). Sementara itu, varian BJ30 4x2 yang dibanderol Rp 529 juta dapat dimiliki hanya dengan Rp 499 juta (OTR Jakarta).

Penawaran eksklusif ini dapat langsung dipesan selama gelaran GIIAS 2025 dan berlaku hingga perkiraan pengiriman bulan Oktober 2025. Ini menjadi kesempatan emas bagi konsumen untuk menjadi bagian dari peluncuran global perdana BJ30 Hybrid Right-Hand Drive pertama di dunia, dengan harga lebih hemat tanpa kompromi kualitas maupun waktu tunggu.

BJ30 Hybrid ditenagai mesin hybrid A156T2H-H1 Magic Core Hybrid Drive dengan sistem pembakaran efisiensi tinggi, injeksi langsung 350 bar, dan sistem pendingin terpisah. Dikombinasikan dengan DHT 2-percepatan berintegrasi tinggi (7 komponen dalam 1 sistem), BJ30 menghadirkan penghematan ruang, efisiensi transmisi 97 persen, dan pengalaman berkendara halus bebas hentakan.

Tertarik dengan model ini? Bisa langsung berkunjung ke GIIAS 2025.