Bagikan:

JAKARTA – Menghadapi merosotnya penjualan dan pendapatan dari kredit emisi, Tesla dilaporkan mengambil langkah berani dengan meluncurkan varian lebih murah dari Model Y. Ini bukanlah model baru sepenuhnya seperti yang sempat dispekulasikan, melainkan versi “telanjang” dari SUV listrik terlaris Tesla yang diharapkan bisa mendongkrak permintaan di pasar domestik, terutama jelang berakhirnya subsidi kendaraan listrik sebesar 7.500 dolar AS akibat kebijakan Presiden Donald Trump.

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk, telah mengisyaratkan rencana kehadiran kendaraan listrik yang lebih terjangkau tetapi detail harga serta target pasar belum diungkap.

Produksi sendiri dijadwalkan dimulai Agustus atau September mendatang, sebagai bagian dari strategi bertahan di tengah tekanan pasar dan perubahan regulasi besar di AS.

Pengumuman ini, dilansir dari Autocar, Kamis, 24 Juli, muncul tak lama setelah Tesla melaporkan kinerja keuangan terburuknya dalam beberapa tahun. Pada kuartal kedua 2025, pendapatan anjlok 16 persen menjadi 1,17 miliar dolar AS, sementara penjualan turun 13 persen. Yang paling mencolok adalah pendapatan dari kredit emisi yang merosot hingga 51 persen dibandingkan periode sama tahun lalu—dampak langsung dari pelonggaran aturan mobil listrik yang diterapkan pemerintahan Trump.

Kebijakan baru tersebut menghapus kewajiban produsen otomotif untuk memenuhi kuota kendaraan listrik, mengurangi kebutuhan mereka membeli kredit emisi dari Tesla. Selain itu, rencana pencabutan regulasi peninggalan Presiden Joe Biden yang menargetkan 50 persen mobil baru harus listrik pada 2030, dijadwalkan berlaku dalam waktu dekat, menambah beban Tesla di pasar utamanya.

Musk sendiri mengakui bahwa beberapa kuartal ke depan akan menjadi masa sulit. Ia menyatakan, "Saya tidak mengatakan pasti terjadi, tapi kemungkinan besar kami akan menghadapi periode yang menantang." Tak heran, komentar ini memicu penurunan harga saham Tesla hingga 7 persen dalam satu malam. 

Selain tekanan di AS, Tesla juga terpukul di China akibat ketegangan perdagangan dan persepsi publik yang terpengaruh kedekatan Musk dengan Trump.

Meski menghadapi badai dari berbagai arah, Musk tetap optimistis. Ia berharap teknologi self-driving dan proyek robotaxi seperti Cybercab, yang tengah diuji coba di Texas, akan menjadi sumber pendapatan besar dalam waktu dekat.

 “Jika kami bisa mencapai otonomi skala penuh pada paruh kedua tahun depan, saya yakin ekonomi Tesla akan berubah drastis,” ujarnya. Namun, untuk saat ini, semua mata tertuju pada apakah Model Y versi hemat ini mampu menyelamatkan Tesla dari tekanan yang terus membesar.