Bagikan:

JAKARTA - Great Wall Motor (GWM) telah memperkenalkan Haval Jolion Ultra dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 lalu dengan menawarkan teknologi lebih canggih dari sebelumnya.

Hal yang ditawarkan pada SUV ini adalah hadirnya fitur Advanced Driving Assistance System (ADAS) yang lengkap, sehingga memudahkan penggunanya dalam berkemudi di jalan raya.

Sebenarnya di tengah perhelatan IIMS 2025 Februari lalu, Tim VOI sudah mendapat kesempatan untuk merasakan fitur terbaru yang ada pada mobil tersebut. Namun kali ini, Tim VOI kembali mendapatkan undangan untuk menjajal mobil tersebut. Berbeda dari sebelumnya, kami mendapat kesempatan untuk mengemudikan Haval Jolion Ultra di kawasan Inchcape Manufacturing Facility, Wanaherang, Bogor demi mendapatkan impresi secara optimal.

Dalam acara tersebut, media yang mendapatkan undangan akan menguji coba mobil tersebut terdiri dari empat tantangan, yakni Acceleration, Manoeuvring, Smart Evade, dan Blind Parking. Seperti inilah keseruannya.

Smart Evade

Tantangan pertama yang Tim VOI lakukan ialah Smart Evade. Ini dilakukan demi membuktikan seberapa canggih fitur Autonomous Emergency Braking (AEB) yang dipunyai oleh Haval Jolion Ultra dalam merespons objek di depannya.

Pada sesi ini, peserta diminta mengendarai Haval Jolion Ultra dengan kecepatan 30 km/jam dan melaju lurus ke arah manekin yang telah disiapkan tanpa mengerem. Ini harus dilakukan untuk menguji fitur AEB pada SUV tersebut.

Saat pengujian tersebut, kami melajukan mobilnya dengan kecepatan antara 30-35 km/jam dan mobil secara otomatis dapat berhenti mendadak saat berdekatan dengan manekinnya.

Manoeuvring

Tantangan berikutnya yang kami hadapi adalah Manoeuvring atau menguji seberapa stabilnya mobil tersebut bermanuver lincah.

Peserta harus membawa mobil tersebut memutari trek 8-turn dengan kecepatan antara 20-30 km/jam secara konstan.

Hasilnya, GWM Haval Jolion Ultra berhasil menikung dengan stabil tanpa limbung ketika dilajukan di area tersebut yang membuat mobil ini memiliki nilai tambah dalam hal rasa berkendara.

Blind Parking

Berikutnya adalah Blind Parking yang menguji fitur lainnya pada mobil ini, yaitu Camera 360°.

Dalam sesi ini, peserta harus memarkirkan kendaraannya secara "Letter L" dengan kondisi seluruh kaca mobil ditutupi dengan dibatasi oleh cone.

Dengan tidak adanya pandangan melalui kaca, pengemudi harus mengandalkan sistem Camera 360° agar dapat melihat sekitar serta dapat memarkirkan kendaraannya secara benar.

Ini merupakan tantangan tersulit karena diperlukan adaptasi lebih untuk memarkirkan kendaraan dengan mengandalkan Camera 360°. Namun, fitur tersebut secara jernih dapat menampilkan kondisi sekitar mobil sehingga memudahkan kami memarkirkan kendaraan dengan lancar.

Acceleration

Tantangan terakhir yang kami hadapi ialah Acceleration, di mana mobil ini menunjukkan kebolehannya dalam berakselerasi dengan fitur Launch Control.

Sistem ini berguna dalam mengoptimalkan torsi saat start sehingga akselerasi mobil lebih cepat dan stabil.

Dalam sesi ini, peserta diminta menginjak pedal gas hingga kecepatan maksimal 70 km/jam dalam area lurusan berjarak 700 meter. Selain itu, peserta harus mengemudikan mobil tersebut dalam mode Sport agar mendapatkan sensasi berkendara lebih baik.

Hasilnya, Haval Jolion Ultra dapat berakselerasi secara spontan dan tanpa mengalami kendala sama sekali seperti lag dan semacamnya.

Setelah melaju dengan kecepatan 70 km/jam, peserta juga diminta untuk melakukan pengereman secara instan demi merasakan pengereman lebih optimal.