Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 28 April 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Nadiem Makarim jadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Jokowi berharap Nadiem bisa membawa banyak perubahan dari urusan pendidikan hingga riset.

Sebelumnya, kiprah Nadiem sebagai Mendikbud kerap dipertanyakan. Ia mencoba membuktikan bahwa ia mampu memajukan pendidikan Indonesia. Optimisme itu membuat Jokowi kepincut dengan Nadiem kala melebur Kemendikbud dan Kemenristek jadi satu kementerian: Kemendikbudristek.

Anak muda kerap dibutuhkan dalam jalannya roda pemerintahan. Pemikiran anak muda yang segar dan gebrakannya cekatan dianggap jadi nilai tambah. Presiden Jokowi pun berpikir hal yang sama. Ia menginginkan darah muda dalam jajarannya. Bukan sembarang anak muda.

Jokowi pun segera mengarahkan pandangan kepada Nadiem. Jokowi melihat Nadiem sebagai anak muda berprestasi dan berbakat. Ia jadi pendiri perusahaan penyedia jasa transportas berbasis daring, Gojek yang sukses.

Aplikasi buatannya dinikmati di seantero Nusantara. Jokowi pun segera mengangkat Nadiem sebagai Mendikbud pada 2019. Jokowi percaya bahwa Nadiem dapat membawa pendidikan Indonesia dekat dengan kemajuan.

Keputusan mengangkat Nadiem jadi Mendikbud memang membawa kritik. Nadiem dianggap tak punya pengalaman apa-apa memajukan dunia pendidikan. Nadiem dianggap tumbuh dalam dunia bisnis. Kuliahnya pun begitu. Namun, Nadiem mencoba memberikan bukti.

Ia mencoba mempelajari luar dalam dunia pendidikan. Ia mulai melakukan gebrakan besar di dunia pendidikan. Ambil contoh kebijakan Nadiem menghilangkan ujian nasional (UN) pada 2021. Keberanian itu membawa kehebohan. Nadiem dihujani kritik. Ia tak menyerah.

"Yang dapat UN tinggi yang orang tuanya mampu bimbel anaknya untuk dapat angka lebih tinggi. Anak yang enggak punya uang enggak masuk. Lucu kan? Sesuatu hal yang untuk kebaikan malah jadi instrumen diskriminatif," ungkap Nadiem sebagaimana dikutip laman CNN Indonesia, 11 Desember 2020.

Posisi Nadiem sebagai Mendikbud aman-aman saja. Kemungkinan dirinya akan diganti kecil. Semuanya terbukti dengan keputusan Jokowi pada 28 April 2021. Alih-alih Nadiem diganti, Nadiem justru diminta Jokowi bekerja dengan wewenang lebih besar lagi.

Nadiem dilantiknya dengan posisi baru sebagai Mendikbudristek di Istana Negara. Pelantikan itu membuat Nadiem tak hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan saja. Namun, Nadiem juga ikut andil dalam mengurus perkara riset dan teknologi Indonesia.

Sebelumnya, Kemenristek merupakan kementerian sendiri. Belakangan Jokowi menganggap urusan riset dan teknologi sebaliknya dilebur ke pendidikan dan tak harus jadi kementerian sendiri.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya. Semuanya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara.”

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan. Bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," bunyi sumpah jabatan Nadiem di hadapan Presiden Jokowi sebagaimana dikutip laman Kompas.com, 28 April 2021.