JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 10 September 2021, rencana renovasi ruang kerja Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dengan total anggaran RP6,5 miliar jadi polemik. Kondisi itu mendapatkan kecaman dari mana-mana.
Renovasi dianggap tak memilih urgensi. Sebelumnya, tugas Nadiem ditambah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mulanya Nadiem diberikan jabatan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud). Kini bertambah jadi pimpin Kemendikbudristek.
Presiden Jokowi puas dengan kinerja Nadiem sebagai Mendikbud. Narasi itu membuat Jokowi segera menambah beban pekerjaan Nadiem. Jokowi melantik Nadiem jadi Mendikbudrisktek pada 28 April 2021. Jokowi percaya Nadiem bisa juga mengurus perkara riset dan teknologi.
Semuanya karena Nadiem adalah pendiri dari perusahaan transportasi daring, Gojek. Nadiem pun berjanji akan menjunjung tinggi etika jabatan. Ia berjanji akan menjalankan jabatannya dengan penuh tanggung jawab. Namun, belum lama menjabat Nadiem justru buat kontroversi.
Kementeriannya berencana melakukan renovasi ruang kerja Nadiem. Total anggaran yang siapkan mencapai Rp6,5 miliar. Tender itu diperebutkan oleh ratusan peserta. Rencananya renovasi juga dilakukan untuk menambah ruang kerja pejabat baru hingga staf khusus.
BACA JUGA:
Kemendikbudristek mengatakan renovasi itu sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur riset dan teknologi. Artinya staf ahli menteri bertambah sebanyak lima orang. Rencana itu nyatanya jadi kontroversi.
Keinginan Nadiem renovasi ruangannya dikecam dan ditentang banyak pihak. Mereka menganggap renovasi tak ada urgensinya. Tidak pula menunjang kinerja. Nadiem sendiri diminta peka terhadap kondisi rakyat yang baru saja pusing hadapi pandemi COVID-19.
"Seharusnya menteri yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan menunjukkan perilaku berkebudayaan, yaitu sense of crisis dan sikap empati untuk membantu anak didik yang terkapar dan menolak menggunakan anggaran untuk hal tidak urgen," ungkap cendekiawan Islam, Azyumardi Azra sebagaimana dikutip laman Jawa Pos, 10 September2021.
Keinginan Nadiem renovasi ruangan kerjanya terus jadi polemik pada 10 September 2021. Penolakan dan sindiran muncul di mana-mana. Utamanya dari tokoh nasional Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri Kelautan dan perikanan itu menegaskan uang besar itu bisa digunakan untuk membangun 10 sekolah baru.
Bukan sekolah biasa. Namun, sekolah super lengkap. Sekolah yang dilengkapi teknologi canggih untuk belajar jarak jauh. Ada bus sekolah dan banyak lapangan olahraga.
Kemendikbud pun mencoba menanggapi kritik dengan menyebut renovasi dilakukan di seluruh ruang lantai dua, bukan cuma ruangan menteri. Renovasi pun tetap jalan. Jawaban itu justru terus memunculkan kecaman dari rakyat Indonesia.
“Renovasi yang dilakukan pada keseluruhan lantai dua Gedung A Kemendikbudristek yang dilakukan bukan untuk ruangan menteri, tetapi keseluruhan lantai,” ujar pelaksana tugas Kepala Biro Kerja sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Anang Ristanto sebagaimana dikutip laman tempo.co, 10 September 2021.