JAKARTA - Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 27 Februari 2019, tantangan sumpah pocong Wiranto kepada Kivlan Zen dan Prabowo Subianto terkait siapa dalang Kerusuhan Mei 1998 bawa kehebohan. Kivlan Zen pun membuat tantangan baru dengan mengajak Wiranto debat terbuka.
Sebelumnya, tokoh militer Wiranto, Prabowo, dan Kivlan Zen kerap dikaitkan tragedi Kerusuhan 1998. Urusan siapa dalangnya jadi perdebatan hingga saat ini. Tokoh militer Indonesia, Kivlan Zen punya jawabannya sendiri. Ia menuduh Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998.
Tahun 1998 kerap dikenal sebagai tahun kelam bangsa Indonesia. Kala itu seisi Indonesia harus bertarung dengan krisis ekonomi akibat turunnya nilai tukar rupiah. Hajat hidup rakyat menurun dan pengangguran di mana-mana.
Kondisi itu diperparah dengan terjadinya Kerusuhan Mei 1998. Kala itu apwirantoarat keamanan coba mengendorkan penjagaannya pada 13-14 Mei 1998. Keadaan jadi tak terkendali. Puncaknya, muncul penjarahan dan pembakaran di Jakarta.
Belakangan kerusuhan mengarah ke sentimen rasial. Etnis China kena getahnya – kekerasan, pelecehan seksual, hingga pemerkosaan massal terjadi. Total korban jiwa dari Kerusuhan Mei 1998 sesuai data ABRI mencapai 500 orang. Bangunan yang rusak pun bejibun.
Luka masa lalu Kerusuhaan 1998 terus muncul ke permukaan. Perdebatan terkait siapa dalangnya mengemuka ke publik. Utamanya, kala kontestasi politik Pilpres digelar yang mana Prabowo Subianto jadi kandidat capres.
Prabowo sendiri sulit dipisahkan dari tragedi 1998. Tak sedikit yang menganggapnya salah satu dalang Kerusuhan 1998. Namun, tokoh militer Kivlan Zen punya jawabannya sendiri. Ia menganggap Wiranto yang kala itu menjabat sebagai Panglima TNI sebagai dalang kerusuhan.
Wiranto yang kemudian menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopulhukam) menyangkalnya. Ia menantang Kivlan Zen dan Prabowo Subianto untuk melakukan sumpah pocong pada 26 Februari 2019.
"Saya berani, katakanlah berani untuk sumpah pocong saja. Tahun 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu, saya, Prabowo, Kivlan Zen, sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu. Supaya terdengar di masyarakat, biar jelas masalahnya. Jangan asal menuduh saja,” ujar Wiranto sebagaimana dikutip laman Kompas.com, 26 Februari 2019.
Tantangan sumpah pocong dari Wiranto membawa kehebohan. Ada yang mendukung. Ada pula yang menganggap cara itu tak efektif. Kivlan sendiri mengungkap tantangan sumpah pocong bukan opsi yang tepat.
BACA JUGA:
Ia justru memberikan tantangan baru kepada Wiranto untuk debat terbuka pada 27 Februari 2019. Kivlan pun akan menyiapkan rangkaian data pendukung untuk mendukung pernyataannya. Debat terbuka lebih masuk akal dibanding sumpah pocong.
Kivlan menganggap rakyat Indonesia bisa langsung menilai dan mendengar sendiri siapa dalang kerusuhan 1998. Kalau memang mau membuktikan, opsi pengadilan militer atau HAM yang memeriksa perkara dalang kerusuhan bisa dilakukan.
"Kalau dia mau, kita debat di TV atau kita ke pengadilan militer atau pengadilan HAM. Pengadilan militer itu adalah menyatakan mengungkap kejadian tahun '98 siapa yang bersalah yang melanggar hukum militer, saya atau Wiranto. Prabowo atau Wiranto?" ujar Kivlan sebagaimana dikutip laman detik.com, 27 Februari 2019.