Bagikan:

JAKARTA - Perubahan gaya hidup masyarakat urban membuat kebutuhan terhadap hunian dan ruang kerja semakin berkembang. Jika dulu desain interior hanya berfokus pada tampilan visual, kini masyarakat juga mempertimbangkan aspek fungsionalitas, ketahanan material, hingga kemudahan perawatan dalam jangka panjang.

Tren ruang terbuka, kitchen island berukuran besar, area komunal di rumah, hingga ruang rapat representatif di kantor mendorong lahirnya kebutuhan akan material yang tidak hanya indah, tetapi juga mampu menjawab tuntutan gaya hidup modern. Di tengah perkembangan tersebut, industri material bangunan Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan melalui berbagai inovasi yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto, transformasi industri keramik dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara masyarakat memandang produk keramik dan material interior.

"Dulu industri keramik identik dengan toko material konvensional. Sekarang sudah berubah menjadi bagian dari gaya hidup," ujar Edy, saat ditemui di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 pada Jumat, 5 Juni 2026.

"Produk keramik dan material interior hadir dalam konsep showroom yang lebih inspiratif, didukung perkembangan digital dan media sosial yang membuat masyarakat semakin sadar akan desain, estetika, dan kualitas ruang," tambahnya.

Perubahan tersebut mendorong pelaku industri untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Di tengah perkembangan itu, QUADRA kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dengan meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Meja Sintered Stone Seamless (Tanpa Sambungan) Terpanjang sepanjang 5 meter pada ajang Keramika 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2.

Pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan industri manufaktur nasional dalam menghasilkan produk berteknologi tinggi dengan standar internasional.

Pimpinan QUADRA & ROMAN, Willie Low menjelaskan meja sepanjang 5 meter tersebut diproduksi menggunakan teknologi Sacmi Continua+ dari Italia yang memungkinkan terciptanya slab berukuran sangat besar dengan kualitas yang tetap konsisten.

"Tantangan terbesar bukan pada materialnya, melainkan bagaimana mengendalikan slab sepanjang lima meter selama proses produksi. Dengan inovasi manufaktur yang kami miliki, material alami dipadatkan secara optimal sehingga menghasilkan sintered stone berukuran besar dengan struktur yang konsisten dan daya serap air yang nyaris nol. Hasilnya adalah meja seamless sepanjang lima meter tanpa sambungan," kata Willie.

Inovasi ini tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menawarkan berbagai keunggulan fungsional. Permukaan yang tidak berpori membuat material lebih higienis, mudah dibersihkan, tahan noda, tahan panas, serta tahan gores, sehingga cocok diaplikasikan pada berbagai ruang modern, mulai dari kitchen island premium hingga meja rapat eksekutif.

Seiring meningkatnya popularitas material ini, banyak masyarakat yang masih belum memahami apa sebenarnya sintered stone.

Head of Marketing QUADRA & ROMAN, Pelly Sianova menjelaskan sintered stone merupakan material yang terbentuk melalui proses sinterisasi, yakni pemadatan material alami yang kemudian dipanaskan pada suhu tinggi tanpa mencapai titik leleh.

"Sintered stone bukan berarti terbuat dari batu utuh, melainkan material yang melalui proses sinterisasi. Material dipadatkan terlebih dahulu, kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi sehingga menghasilkan produk yang sangat kuat, stabil, dan memiliki performa unggul untuk berbagai kebutuhan arsitektur maupun interior," jelas Pelly.

Menurutnya, karakteristik tersebut membuat sintered stone mampu diaplikasikan pada berbagai area, mulai dari lantai, dinding, fasad bangunan, meja, kabinet, hingga ruang publik dengan intensitas penggunaan tinggi.

"Kekuatan material ini menjadi alasan mengapa sintered stone dapat digunakan di banyak aplikasi. Selain tahan gores dan tahan panas, perawatannya juga sangat mudah karena cukup dibersihkan menggunakan air dan lap biasa tanpa memerlukan bahan kimia khusus," tambahnya.

Keberhasilan QUADRA memecahkan rekor MURI tidak hanya menjadi capaian perusahaan semata, tetapi juga mencerminkan kemajuan industri manufaktur nasional.

Wakil Direktur Utama MURI Osmar Semesta Susilo menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa karya industri dalam negeri mampu menghadirkan inovasi yang memiliki nilai tambah tinggi.

"Rekor ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya dan inovasi anak bangsa di bidang ekonomi dan industri. Yang membanggakan, seluruh proses manufaktur dilakukan di Indonesia. Kami berharap pencapaian ini dapat memacu semangat kreativitas dan inovasi industri nasional agar semakin berkembang dan kompetitif," ujar Osmar.

Hal senada disampaikan Edy Suyanto yang menilai pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan industri lokal dalam bersaing dengan produk premium dunia.

"Prestasi ini menunjukkan industri keramik dan material bangunan Indonesia telah memiliki kemampuan teknologi, kualitas produk, dan inovasi yang setara dengan produk-produk premium dari Eropa maupun Amerika Serikat. Ini menjadi kebanggaan bagi industri nasional dan membuktikan bahwa kita mampu menjadi pemain utama di pasar global," katanya.

Tidak berhenti pada rekor MURI, QUADRA juga memperkenalkan sejumlah inovasi terbaru dalam ajang Keramika 2026. Salah satunya melalui QUADRA eXential yang hadir dalam berbagai ukuran, yakni 100x100 cm, 120x60 cm, dan 80x80 cm untuk memberikan fleksibilitas desain pada ruang dengan dimensi yang lebih kompak.

Selain itu, QUADRA menghadirkan sintered stone slab dengan ketebalan 6 mm yang dirancang untuk menjawab kebutuhan arsitektur modern akan material yang ringan, kuat, dan fleksibel. Produk ini dapat diaplikasikan menggunakan metode tile on tile sehingga ideal untuk pelapis dinding, pintu pivot, kabinet, hingga area lift tanpa membebani struktur bangunan.

Sementara itu, ROMAN turut memperkenalkan moZaik, lini produk yang menggabungkan teknologi manufaktur modern dengan kekayaan material alam Indonesia dan sentuhan artistik yang detail.

Menurut Willie, seluruh inovasi tersebut lahir dari komitmen perusahaan untuk terus mendorong perkembangan desain dan arsitektur nasional.

"Mulai dari meja seamless lima meter, sintered stone 6 mm, hingga koleksi moZaik, semuanya merupakan bagian dari komitmen kami untuk membuktikan bahwa industri lokal mampu menghasilkan produk dengan standar kualitas global. Kami ingin terus menghadirkan eksplorasi baru yang dapat mendukung perkembangan desain interior dan arsitektur Indonesia." tutup Willie.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang yang nyaman, sehat, dan estetis, inovasi material seperti sintered stone menunjukkan masa depan desain bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu menghadirkan solusi yang lebih fungsional dan berkelanjutan bagi kehidupan sehari-hari.