JAKARTA - Buku novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” segera diadaptasi dalam film layar lebar. Beberapa pemain mulai dari Benidictus Siregar, Nita Gunawan, Kevin Millenio hingga Fira Maringka membagikan keterlibatan mereka dalam film tersebut.
Proses produksi film sudah berlangsung sejak tahun 2025 lalu tidak lama dari buku novelnya yang dirilis pertama kali kepada publik. Disutradarai Kuntz Agus, film ini sudah merampungkan proses produksi. Para pemain mengaku punya pengalaman berbeda ketika bergabung dengan film ini.
“Mungkin akan lebih nikmat nontonnya karena filmnya enggak sama persis karena ada penyesuaian biar lebih asik, ada kejutan-kejutan yang mudah mudahan bisa sampai ke penonton,” kata Benidictus Siregar dalam acara syukuran cetakan ke-100 “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” di Jakarta Selatan pada Sabtu, 23 Mei.
Nita Gunawan menambahkan, “Saya sudah baca novelnya. Ini benar kejadian. Tiba-tiba manajer kasih kabar film “Seporsi Mie Ayam”. Aku mau dan gak boleh kelewatan. Karena aku udah baca dan menurut aku ceritanya terjadi di dunia nyata jadi aku ingin menjadi salah satu di film itu dan aku mau.”
Berbeda dari Nita Gunawan, Kevin Millenio dan Fira Maringka yang merupakan kreator konten justru memberanikan diri untuk mengikuti casting film ini.
“Sebenarnya sudah tahu buku ini dari lama juga dan menurutku saat itu buku ini sangat viral, best seller. Terus ada informasi co-production, kami jemput bola. Kami karena tertarik dengan proyek ini jadi kami tanya boleh gak ikut ini akhirnya kami casting,” cerita Kevin Millenio.
“Bukunya viral dan sejujurnya aku belum baca sampai kita casting. Aku dengar dari teman-teman yang lain nyuruh baca,” kata Fira Maringka.
BACA JUGA:
Sebagai salah satu pemeran, Benidictus Siregar menjelaskan bahwa film ini diharapkan bisa dinikmati oleh para penonton nantinya di bioskop.
“Berusaha membuat film agar tidak mentriggering penonton bahkan beberapa ini kita gak ambil aja di beberapa bagian. Berupaya agar film ini bisa bermanfaat dan ditonton semua orang,” kata Benidictus Siregar.
Brian Krishna selaku penulis novel orisinalnya menceritakan, dalam versi cetakan ke-100 ada bagian yang ditambah ke cerita serta sampul yang berbeda. Berbagai buah tangan juga dirilis secara resmi untuk penggemar buku ini.
“Di extra chapter ada adegan makan mie ayam dengan seseorang yang paling berpengaruh denhan penyembuhan Ale di buku ini,” kata Brian Krishna.