JAKARTA - Kota-kota yang dinilai paling toleran di Indonesia umumnya memiliki kemampuan menjaga harmoni di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Indikator ini tidak hanya dilihat dari kebijakan pemerintah, tetapi juga praktik kehidupan sehari-hari warga yang saling menghormati. Salah satu rujukan utamanya adalah penilaian dari Setara Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT) yang dirilis setiap tahun.
Dalam laporan IKT 2025, Kediri berhasil masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Kota ini menempati posisi ke-8 dengan skor 5,792, mempertahankan peringkat yang sama seperti tahun sebelumnya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyebut capaian tersebut menunjukkan konsistensi dalam menjaga nilai toleransi di tengah dinamika sosial.
"Konsistensi ini menunjukkan bahwa fondasi toleransi di Kota Kediri relatif stabil dan mampu bertahan di tengah dinamika sosial yang semakin berkembang," jelasnya seperti dikutip ANTARA, Kamis, 23 April.
Menurutnya, stabilnya posisi tersebut mencerminkan kesinambungan komitmen antara kepemimpinan politik dan birokrasi dalam merawat keberagaman. Upaya ini dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk dialog lintas agama dan penguatan kebijakan yang mendukung kerukunan.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dan berbagai pihak yang turut menjaga suasana kondusif di kota tersebut.
"Dengan adanya penghargaan Indeks Kota Toleran kita bisa sama-sama belajar dan mengetahui bahwa Indonesia ini kaya, baik kaya akan budaya dan agama, sehingga kita bisa belajar dari satu kota ke kota lain mengenai toleransi," jelasnya.
BACA JUGA:
Dengan jumlah penduduk sekitar 300 ribu jiwa, Kediri dikenal memiliki keberagaman budaya dan agama yang cukup kuat. Kota ini bahkan kerap dijuluki sebagai kota santri karena banyaknya pondok pesantren yang tersebar di wilayahnya.
Vinanda menambahkan kebersamaan antarumat beragama terlihat dalam berbagai kegiatan keagamaan yang kerap dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat.
"Alhamdulillah, setiap kegiatan keagamaan seluruh unsur agama ini selalu hadir lengkap. Hal ini menunjukkan kuatnya kebersamaan yang kami miliki," tuturnya.
Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga dinilai signifikan dalam menjaga stabilitas sosial. Capaian ini, lanjutnya, menjadi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kota Kediri berharap dapat terus meningkatkan capaian tersebut melalui berbagai inovasi yang mendukung penguatan toleransi.
"Kami berharap dapat terus meningkatkan capaian ini, bahkan meraih peringkat pertama, tentunya melalui berbagai inovasi yang akan terus kami kembangkan,"
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kediri dalam acara penganugerahan Indeks Kota Toleran 2025 yang digelar di Jakarta.