Bagikan:

JAKARTA - Kreator konten dan pengusaha Atta Halilintar belakangan ini menuai sorotan positif usai membagikan momen putri sulungnya, Ameena Hanna Nur Atta, yang sudah pandai melantunkan zikir. Rupanya, Atta memiliki cara dan pola asuh tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya sejak usia belia.

Sebagai seorang ayah, Atta merasa memiliki kewajiban penuh untuk membekali putri-putrinya dengan landasan spiritual yang kuat.

"Aku sih yang pasti namanya ayah punya tanggung jawab buat anak perempuannya supaya bisa punya ilmu agama yang baik," kata Atta Halilintar di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 7 April.

Suami Aurel Hermansyah ini membiasakan anak-anaknya untuk melantunkan selawat hingga menghafal nama-nama Nabi. Ia menuturkan, kebiasaan berzikir ditanamkan sejak usia yang sangat dini, yakni saat anak menginjak usia dua hingga tiga tahun.

Bagi Atta, pendidikan agama di rumah bukanlah sekadar formalitas, melainkan bekal penting yang akan menjaga anak-anaknya di masa depan.

"Zikir adalah mendekatkan diri sama Tuhan, biar mereka lebih tenang, menjaga dari hal-hal buruk, dan semoga di kemudian hari menjadikan mereka pribadi yang lebih baik," jelasnya.

Tidak hanya kepada Ameena, pendidikan serupa juga sudah mulai diterapkan kepada putri keduanya yang masih bayi, Azzura. Namun, Atta mengaku memang tidak selalu mendokumentasikan momen hafalan anak-anaknya ke media sosial.

"Azzura juga udah, nanti... cuma kemarin belum di-upload aja. Jarang juga karena kadang-kadang ada hafalan-hafalan yang nggak divideoin," ungkap sulung dari Gen Halilintar tersebut.

Untuk memotivasi anak-anaknya agar semangat belajar agama, Atta memiliki trik khusus. Ia menetapkan target hafalan yang secara tak langsung menciptakan iklim kompetisi yang positif di rumah.

"Tapi aku seneng sih punya target-target buat anak-anakku, jadi mereka tuh kayak berlomba satu sama lain: 'Aku ngafalin apa, aku ngafalin apa.' Menurutku itu satu hal yang bagus," paparnya.

Lebih menariknya lagi, Atta memberlakukan sistem reward atau penghargaan bagi pencapaian anak-anaknya. Namun, bukan dalam bentuk barang langsung, melainkan sebuah sistem pengumpulan poin.

"Reward-nya poin. Jadi poin itu nanti mereka bisa tuker mainan atau tuker jajan gitu," tuturnya.

Di balik sistem penukaran poin tersebut, pria berusia 29 tahun ini ternyata ingin menyelipkan pesan kehidupan. Ia ingin mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, dibutuhkan sebuah kerja keras.

"Jadi mereka tuh dari kecil udah diajarkan kalau pengen sesuatu tuh harus ada usahanya juga. Apalagi ini usahanya kan baik buat mereka di kemudian hari juga," pungkas Atta Halilintar.