JAKARTA – Raja Charles III dan Ratu Camilla dipastikan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada April atas undangan Presiden Donald Trump. Kunjungan itu menandai lawatan pertama Charles ke AS sebagai raja, saat Washington bersiap memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika.
Seperti dilaporkan People yang dikutip Selasa, 31 Maret, Istana Buckingham pada Selasa, 31 Maret, menyatakan Charles, 77, dan Camilla, 78, akan menjalani kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Setelah itu, Charles juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Bermuda. Lawatan ke Bermuda akan menjadi kunjungan kerajaan pertamanya sebagai raja ke Wilayah Seberang Laut Inggris.
Buckingham menyebut agenda itu digelar untuk menandai hubungan bersejarah dan hubungan bilateral modern antara Britania Raya dan Amerika Serikat, sekaligus memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika. Hingga kini, rincian acara dan tanggal pasti belum diumumkan.
Kunjungan ini sebetulnya tidak datang tiba-tiba. Trump sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa lawatan Charles akan berlangsung dalam waktu dekat. Lawatan itu juga menjadi kunjungan balasan setelah Charles dan Camilla menjamu Trump serta Melania Trump di Inggris pada September 2025 dengan rangkaian seremoni resmi dan jamuan kenegaraan di Kastel Windsor.
BACA JUGA:
Namun kunjungan ini datang di tengah hubungan politik yang tidak sepenuhnya mulus antara Washington dan London. Reuters melaporkan ketegangan meningkat setelah Trump menekan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait dukungan Inggris dalam konflik dengan Iran. Karena itu, kunjungan Charles tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga punya arti diplomatik.
Bagi Charles, ini akan menjadi kunjungan kenegaraan pertamanya ke Amerika Serikat sebagai raja. Saat masih menjadi Pangeran Wales, ia tercatat sudah 19 kali mengunjungi negara itu. Sementara ibunya, Ratu Elizabeth II, pernah melakukan empat kunjungan kenegaraan ke AS pada 1957, 1976, 1991, dan 2007.
People juga melaporkan Pangeran William diperkirakan akan datang ke Amerika Serikat pada musim panas 2026 untuk menyaksikan Piala Dunia FIFA. Turnamen itu dijadwalkan berlangsung di 16 kota di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli.