Bagikan:

IKN - Upaya memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat kini semakin beragam, termasuk melalui ruang-ruang publik yang terbuka dan interaktif.

Tidak hanya menjadi sarana hiburan, pertunjukan seni juga berperan penting dalam menjaga warisan budaya tetap hidup sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan pengunjung dari berbagai daerah.

Hal ini terlihat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang mana Otorita IKN menghadirkan berbagai pagelaran seni dan budaya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus juru bicara, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menghidupkan suasana kawasan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat.

“Pagelaran seni dan hiburan menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana yang lebih hidup kepada pengunjung di KIPP IKN,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertunjukan tersebut juga menjadi media untuk mengenalkan budaya lokal kepada para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Dalam salah satu penampilan, peraga busana dari Sanggar Seni Serumpun Lima Kota Balikpapan tampil mengenakan kostum hudoq, yang merupakan representasi makhluk mitologis dari suku Dayak Bahau dan Dayak Modang. Selain itu, turut ditampilkan kostum garuda sebagai simbol negara, sehingga menghadirkan perpaduan antara identitas lokal dan nasional.

Nuansa budaya semakin terasa dengan iringan musik modern yang dipadukan dengan petikan sape, alat musik tradisional khas Kalimantan Timur. Kolaborasi ini tergambar dalam pertunjukan bertajuk Simfoni Swara Nusantara yang menggabungkan unsur tradisional dan kekinian.

Menurut Troy, kehadiran seni dan budaya di ruang publik menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman pengunjung. Mereka tidak hanya melihat perkembangan pembangunan IKN, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan beragam ekspresi budaya Nusantara.

Ia menilai, langkah ini menjadi cara untuk menyambut masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan seni dan budaya Indonesia. Aktivitas di ruang publik pun dirancang agar menciptakan interaksi antara pembangunan fisik dan kehidupan sosial masyarakat.

Sejumlah pengunjung mengaku merasakan perubahan suasana sejak adanya pagelaran tersebut. Salah satunya Eko Supriono, warga Kota Balikpapan, yang menilai kawasan IKN kini terasa lebih hidup dan menarik untuk dikunjungi.

“Sekarang dengan adanya pagelaran itu suasana lebih hidup, bahkan sampai ke kawasan Istana, sudah seperti kota besar,” katanya.

Pendapat serupa juga disampaikan Hambali, warga Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. Ia menilai kehadiran pertunjukan seni tidak hanya memberikan pengalaman melihat pembangunan, tetapi juga menghadirkan hiburan yang melengkapi kunjungan ke IKN.