Bagikan:

JAKARTA - Di balik gemerlap dunia hiburan, Dea Annisa atau yang akrab disapa Dea Imut dikenal sebagai sosok anak yang sangat berbakti.Sang ibunda, Masayu Chairani, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan bagaimana putrinya tersebut memikul tanggung jawab keluarga sejak sang ayah tiada.

"Dea itu apa ya... anak yang sangat baik. Masya Allah. Selalu dia, 'Mama...', dia apa... orang malam Minggu itu pacaran ke mana-mana, Dea sama Mamanya. Masya Allah. Itu jadi sama keluarga selalu membawa keluarga... dan tanggung jawabnya luar biasa," ungkap Masayu dikutip VOI dari YouTube DMITV, Selasa, 24 Maret.

Dea Jauh dari Glamor

Kehidupan Dea jauh dari kesan glamor atau hura-hura yang identik dengan kehidupan artis muda pada umumnya. Masayu bersyukur karena putrinya tetap rendah hati dan tidak pernah terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif.

"Sampai detik ini Alhamdulillah anakku nggak kenal diskotik, nggak kenal pub. Dia hanya kenal kafe untuk minum-minum kopi dan itu selalu ramai-ramai sama keluarga. Kalau di lokasi syuting saya lihat banyak sekali ke pub, tapi anakku Alhamdulillah nggak pernah. Dia pulang syuting ya pulang," tegasnya.

Peran Dea dalam keluarga sangatlah besar, terutama dalam hal pendidikan saudara-saudaranya. Ia rela mengesampingkan kepentingan pribadinya demi memastikan masa depan adik dan kakak-kakaknya terjamin.

"Kan Papa sudah meninggal, dia juga besarnya hanya sama saya. Saya berpisah sama Papanya Dea sebelum meninggal itu dari usia 5 tahun. Dia tanggung jawab ke kakak-kakaknya sampai selesai. Sampai tahun kemarin adiknya selesai. Itu Dea..." ucap Masayu sambil menyeka air mata.

Dea Kesampingkan Ego

Bahkan untuk urusan pernikahan, Dea memilih untuk menunggu hingga semua urusan keluarganya selesai. Ia baru memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri setelah merasa tanggung jawabnya terhadap saudara-saudaranya terpenuhi.

"Jadi kayak sekarang tuh Dea juga kayak nungguin semuanya clear baru dia bersedia untuk menikah. Jadi mengesampingkan egonya dia, dia sampingkan semua. Masya Allah," tambah Fida, kerabat dekat yang mendampingi dalam wawancara tersebut.

Sifat penurut Dea juga menjadi hal yang sangat disyukuri oleh sang bunda. Masayu menyebutkan bahwa Dea tidak pernah membantah perkataannya, termasuk dalam hal memilih pasangan hidup yang akan menjadi imamnya kelak.

"Dia tidak pernah marah sama Mamanya. Apapun yang Mamanya katakan, 'Iya Ma'. Nurut ya... Jadi sampai ya misal pun soal pacar untuk menjadi suami, kalau Mamanya nggak setuju dia selesai. Itu Dea, dia tidak akan maju," tutur Masayu mengenai kepatuhan sang putri.

Baginya, ketaatan seorang anak terhadap orang tua adalah kunci keberkahan hidup. Masayu selalu menanamkan bahwa restu ibu adalah jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

"Ya buat anak-anak Mama, terutama Dea... Mama terima kasih banget sudah menjadi anak Mama yang baik, sudah mengurus semua kakak dan adiknya. Anak yang selalu apa pun kata Mama ‘Iya’," tutup Masayu dalam pesan menyentuh untuk sang putri.