JAKARTA - Di tengah gugatan hukum dan tudingan penelantaran anak yang dilayangkan Ressa, Denada membeberkan bukti-bukti bahwa dirinya tetap bertanggung jawab secara finansial.
Denada menunjukkan bahwa komunikasi keuangan dengan almarhumah Emilia Contessa tetap berjalan intens demi kebutuhan Ressa.
"Uang untuk Mama, itu ibadah aku. Uang untuk Ressa, itu tanggung jawab aku. Jadi kalau pas Mama ada uang lebih, Mama tabungin aja buat sendiri. Aku tetap akan kirim ke Mama walaupun jumlahnya enggak tentu," kutip Denada dari pesan singkatnya kepada sang bunda dikutip VOI dari YouTube Feni Rose Official, Senin, 16 Maret.
Denada menjelaskan bahwa ia tidak pernah absen mengirimkan uang sekolah hingga uang kuliah Ressa. Baginya, pendidikan sang putra adalah prioritas yang tidak bisa ditawar, meski ia sendiri sedang dalam kondisi sulit.
"Termasuk kuliahnya, termasuk uang kuliahnya itu juga Mama minta sama aku. Setiap kali ada tagihan-tagihan dari Ressa, itu di-forward ke aku. Semua uang kuliah yang Mama minta, aku kirim," tegasnya sembari menunjukkan bukti transfer.
Bahkan, saat Denada harus berjuang membiayai pengobatan putrinya, Aisyah, di Singapura, ia tetap mengupayakan bantuan bagi Ressa. Ada momen krusial pada Juli 2019 di mana Ressa membutuhkan bantuan mendesak.
"Tante Ratih waktu itu menghubungi aku, cerita bahwa Ressa sedang ada di satu situasi yang membutuhkan bantuan. Padahal saat itu aku lagi enggak ada duit, benar-benar enggak punya duit, aku lagi jual-jualin semua barang," kenang Denada.
Meski Tante Ratih sempat menawarkan agar uang bantuan itu dianggap pinjaman dan memotong jatah bulanan Ressa, Denada menolak dengan tegas.
"Aku enggak pernah potong. Enggaklah, itu kan buat anak," ucapnya singkat.
Tanggung jawab Denada ternyata tak hanya soal nominal besar seperti uang kuliah. Ia juga memperhatikan kebutuhan sehari-hari Ressa, mulai dari pakaian hingga peralatan pendukung belajar seperti laptop.
"Aku tanya, 'Emang enggak punya laptop? Kok kasihan melihat nulis sampai sebanyak itu?'. Terus aku bilang, 'Aku aja yang belikan, jangan yang mahal-mahal, yang biasa aja'," kata Denada menirukan percakapannya dengan Emilia Contessa.
BACA JUGA:
Kini, dengan adanya tudingan menelantarkan anak, Denada hanya bisa merasa sedih karena usahanya selama ini tidak terlihat. Ia merasa telah melakukan apa yang ia mampu di balik layar.
"Aku memang enggak bisa hadir di semua momen hidupnya, tapi aku lakukan apa yang aku mampu. Cukup enggak? Enggak, enggak cukup. Aku seharusnya lakukan lebih dari itu, dan itu kesalahanku," tutupnya lesu.