YOGYAKARTA -Kedudukan syahid diberikan kepada orang yang gugur di medan juang untuk membela agama Islam. Jenazah orang yang meraih derajat syahid di jalan ini akan diperlakukan bebas dari mandi dan shalat jenazah. Pada dasarnya, derajat syahid yang mulia memiliki banyak jalan atau banyak pintu. Dilansir dari NU Online, pada hadits di bawah ini, Rasulullah saw menyebutkan tujuh pintu atau jenis orang gugur mati syahid dalam Islam.
Jenis Orang Gugur Mati Syahid dalam Islam
Artinya: “Rasulullah saw bersabda, ‘Sungguh Allah telah memberikan pahala kepadanya sesuai niatnya. Apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid?’ Mereka menjawab, ‘Ya mereka yang gugur di jalan Allah.’ Rasulullah lalu menjelaskan, ‘Mati syahid ada tujuh jenis selain gugur di jalan Allah: (1) korban meninggal karena wabah tha’un (wabah pes) adalah syahid, (2) korban meninggal karena sakit perut juga syahid, (3) korban tenggelam juga syahid, (4) korban meninggal tertimpa reruntuhan juga syahid, (5) korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) juga syahid, (6) korban meninggal terbakar juga syahid, dan (7) wanita meninggal karena hamil adalah syahid.’” (HR An-Nasa`i).
Adapun dalam riwayat lain, Rasulullah saw menyebutkan lima pintu syahid termasuk orang yang gugur di jalan Allah. Riwayat di bawah ini datang dari Imam Bukhari dan Muslim yang mengatakan lima pintu mati syahid:
Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu (1) korban meninggal karena wabah tha’un (pes), (2) korban meninggal karena sakit perut, (3) korban tenggelam, (4) korban reruntuhan, dan (5) orang gugur di jalan Allah,’” (HR Bukhari dan Muslim).
BACA JUGA:
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah menyebutkan derajat syahid diberikan pula bagi orang meninggal karena membela harta bendanya atau kepemilikannya.
“Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang gugur karena membela hartanya, maka ia mendapat derajat syahid,’” (HR Bukhari dan Muslim).
Adapun dalam riwayat di bawah ini, Rasulullah menyebutkan derajat syahid bagi mereka yang gugur untuk membela keluarga, membela diri, dan membela agamanya.
“Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang gugur karena membela keluarga, membela diri, atau membela agamanya, maka ia mendapat derajat syahid.’”
Derajat syahid memang memiliki banyak pintu. Dalam riwayat Imam At-Thabarani, Rasulullah menyebutkan dengan jelas bahwa pintu syahid tidak tunggal. Jika tunggal, niscaya umat Nabi Muhammad saw yang mencapai derajat hanya berjumlah sedikit.
“Dari sahabat Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw suatu hari menguji sahabatnya, ‘Apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid di antara kalian?’ Mereka menjawab, ‘Ya mereka yang gugur di jalan Allah, sabar, ikhlas, dan tidak mundur, adalah syahid.’ Rasulullah lalu menjelaskan, ‘Kalau begitu, sedikit sekali orang mati syahid di kalangan umatku. Orang yang gugur di jalan Allah, orang gugur di pembaringan saat di jalan Allah, korban meninggal sakit perut, korban tersengat (ular), korban tenggelam, korban meninggal karena tenggorokan tersedak, korban diterkam binatang buas, korban jatuh dari kendaraan, orang meninggal saat lansia, korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) adalah orang yang mendapat derajat syahid, dan juga perempuan nifas yang meninggal karena mengurus balitanya. Kelak sang balita menuntun ibunya ke surga". (HR At-Thabrani).
Hadits riwayat Abu Dawud menjelaskan bahwa korban sengatan serangga dan korban jatuh meninggal dari kendaraan (kuda atau unta) juga mendapat derajat syahid yang memiliki ganjaran begitu mulia.
“Dari Abu Malik Al-Asyari ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa yang memutuskan berjuang di jalan Allah, lalu meninggal atau gugur; siapa terjatuh meninggal karena dilempar oleh kuda atau untanya; siapa yang disengat serangga; siapa yang meninggal di pembaringannya dengan wajar sesuai kehendak Allah; niscaya ia terhitung mati syahid dan ia berhak mendapat surga.’” (HR Abu Dawud).
Demikian ulasan mengenai jenis orang gugur mati syahid dalam Islam menurut hadits Nabi SAW. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.