JAKARTA -Bagi perempuan modern, kecantikan bukan lagi sekadar apa yang terpulas di wajah, melainkan tentang bagaimana nilai diri (inner values) terpancar melalui aksi nyata. Semangat inilah yang baru saja dibawa oleh Indonesia ke panggung internasional di Doha, Qatar.
Dalam forum global Jadal Women’s Research Dialogue yang diselenggarakan oleh Al Mujadilah Center, brand kecantikan kebanggaan tanah air, Wardah, membagikan perspektif baru tentang bagaimana perempuan Muslim masa kini menyeimbangkan antara karier, spiritualitas, dan kontribusi sosial.
Riset terbaru yang dipaparkan Wardah mengungkapkan sebuah tren gaya hidup yang menginspirasi: perempuan Indonesia kini memaknai kecantikan sebagai sebuah proses untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Cantik berarti berani bersuara, mandiri secara finansial, produktif, dan tetap anggun dalam prinsip.
"Kecantikan menemukan maknanya ketika ia bisa menggerakkan perempuan untuk bertumbuh dan menciptakan dampak positif bagi sesama," ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp.
Ini adalah pergeseran gaya hidup yang signifikan—di mana kosmetik bukan lagi alat untuk menutupi kekurangan, melainkan pendukung self-expression untuk menciptakan perubahan.
Hadir sebagai salah satu pembicara utama, Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri RI 2014–2024) menekankan bahwa setiap perempuan adalah pemimpin dalam hidupnya sendiri. Menurutnya, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, perempuan membutuhkan moral compass atau kompas moral.
Integritas dan nilai-nilai spiritual bukan hanya urusan pribadi, melainkan prinsip yang harus dibawa ke ruang publik dan pekerjaan. Gaya kepemimpinan yang berempati dan berbasis nilai inilah yang kini menjadi dambaan dalam dinamika kerja masa kini.
Gaya hidup halal beauty juga mengalami evolusi. Kini, ia dipandang sebagai kerangka etika yang menyeluruh atau ethical business. Dari bagaimana bahan baku diambil (sourcing) hingga bagaimana produk tersebut berdampak pada lingkungan, semuanya menjadi bagian dari tanggung jawab moral.
Bagi perempuan urban yang semakin kritis, memilih produk kecantikan kini bukan hanya soal hasil instan, tapi tentang apakah brand tersebut sejalan dengan nilai-nilai etika yang mereka anut.
BACA JUGA:
Melalui kampanye Beauty Moves You, pesan yang ingin disampaikan sangatlah mendalam: setiap langkah kecil yang diambil perempuan untuk kebaikan adalah sebuah pencapaian. Baik itu di kantor, di rumah, maupun di komunitas global, kecantikan adalah tentang integritas dan keselarasan antara aspek fisik, spiritual, dan sosial.
Saatnya perempuan tidak hanya "terlihat cantik", tapi juga "hidup secara cantik" melalui tujuan hidup yang bermakna.