Bagikan:

YOGYAKARTA – Masyarakat mengenal kue keranjang sebagai salah satu hidangan khas Imlek. Kue ini punya makna dalam bagi masyarakat Tionghoa khususnya di Indonesia. Bahkan kue ini seolah wajib ada saat perayaan Imlek digelar. Artikel ini akan membahas mengapa kue keranjang jadi sangat penting bagi warga Tionghoa.

Mengenal Kue Keranjang

Kue keranjang adalah kue tradisional masyarakat Tionghoa yang kerap disajikan saat Imlek. Kuie ini berbentuk bulat atau silinder kecil dengan warna coklat keemasan dengan permukaan mengkilap.

Tekstur kue keranjang kenyal namun padat. Kue ini terbuat dari campuran tepung ketan, gula merah, dan air sehingga sedikit lengket saat digigit. Rasa kue keranjang cenderung manis, sedangkan aroma gula merahnya sangat wangi.

Sejarah Kue Keranjang

Dalam artikel VOI berjudul Sejarah Kue Keranjang untuk Perayaan Imlek dijelaskan bahwa kue keranjang awalnya disebut dengan chongyang. Kemunculan kue ini tidak begitu saja terjadi. Awalnya masyarakat Tionghoa justru mengonsumsi puding saat perayaan tradisi China yang disebut denggao.

Di perayaan denggao, banyak jenis puding yang dibuat oleh masyarakat hingga lahirlah kue jenis niangao (kue keranjang). Kue niangao ini awalnya hanya dikonsumsi oleh keluarga istana era dinasti Song (960-1279). Namun seiring dengan berjalannya waktu, kue ini makin dikenal luas hingga dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Makna Kue Keranjang

Kue keranjang menyimpan makna yang penting bagi masyarakat Tionghoa. Kue ini menjadi simbol keberuntungan sekaligus kemakmuran.

Dikutip dari Antara, Jumat, 30 Januari, pemilik toko kue keranjang Hoki, Kim Hin Jauhari, menjelaskan bahwa kue keranjang yang dibuat di tokonya terbuat dari gula, ketan dan juga air.

“Jadi, dalam kue keranjang itu memiliki filosofi yang begitu erat dalam kehidupan kita," kata Kim Hin Jauhari yang telah melakoni usahanya sejak 1988.

Menurutnya, rasa manis pada kue menyimbolkan berbagai kebaikan dan hal positif dalam kehidupan. Tak hanya rasa, tekstur kenyal nan lengket dipercaya mampu mempererat hubungan keluarga yang saat Imlek saling berkunjung.

Sedangkan bentuknya yang bulat menyimbolkan hubungan antar masyarakat yang utuh dan saling bergandengan tangan tanpa memikirkan ego dan ambisi masing-masing.

Selain mengenal kue keranjang, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.