YOGYAKARTA – Nestlé tarik susu formula bayi di 49 negara akibat dugaan terkontaminasi racun. Kontaminasi tersebut berasal dari zat yang disebut dengan cereulide. Apa itu cereulide secara sederhana dapat dipahami sebagai racun yang bisa mengancam kesehatan. Untuk memahami lebih lanjut simak artikel berikut ini.
Apa Itu Cereulide?
Dalam artikel review di jurnal Foods (MDPI) yang ditulis oleh Shuo Yang, dkk (2023) dijelaskan bahwa cereulide adalah toksin emetik atau pemicu muntah yang diproduksi dari bakteri Bacillus cereus. Zat toksin ini bisa ditemukan di dalam bahan makanan terutama seperti nasi dan produk serealia.
Cereulide bekerja dengan cara mengganggu fungsi mitokondria, menyebabkan hilangnya potensial membran mitokondria dan penurunan produksi ATP. Dampak dari toksin tersebut bisa berupa mual dan muntah dengan durasi hingga 5 jam. Bahkan di kasus berat, toksin ini mampu memicu kerusakan pada hati, pankreas, usus, sistem saraf, dan sistem imun.
Dalam artikel berjudul Cereulide Toxin sebagai Faktor Utama Sindrom Muntah Bacillus Cereus yang ditulis oleh Alfi Sophian dijelaskan bahwa cereulide adalah toksin emetik yang sangat stabil. Ia tidak rusak meski makanan melewati proses pemasakan, ensim pencernaan, atau keasaman di lambung. Kestabilan cereulide membuat salah satu toksin ini tidak bisa dicegah hanya dengan pengolahan termal.
BACA JUGA:
Hal serupa juga disinggung oleh Yang et al. (2023). Dalam penelitiannya, dijelaskan bahwa cereulide memang tidak dapat dihilangkan atau dinonaktifkan dengan pengolahan makanan biasa. hal itu terjadi karena beberapa alasan yakni sebagai berikut.
- Sangat tahan panas (heat-stable) meski dipanaskan hingga 121°C selama 2 jam
- Tahan terhadap pH ekstrem pada rentang pH 2–10. Artinya, toksin tersebut tidak berpengaruh pada lingkungan asam maupun basa.
- Tidak rusak oleh proses industri pangan umum
Cara Mencegah Cereulide
Keberadaan cereulide ini cukup berbahaya jika ditemukan dalam makanan. Akan tetapi pencegahannya tidak bisa dilakukan pada pengolahan makanan, melainkan fokus pada menghambat pertumbuhan bakteri dan produksi toksin.
Sederhananya cereulide bisa terbentuk di dalam makanan selama penyimpanan, atau ketika pengolahan dilakukan secara tidak tepat. Jika toksin ini sudah mengontaminasi makanan, artinya membunuh bakteri yang menjadi pemicunya pun tidak akan menghilangkan cereulide yang terlanjur mengontaminasi.
Dengan demikian pencegahan kontaminasinya hanya bisa dilakukan sebelum toksin berhasil terbentuk, bukan sesudahnya.
Itulah infromasi terkait apa itu cereulide. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.