Bagikan:

YOGYAKARTA - Banyak orang sering terjebak dalam kebiasaan menunda pekerjaan, tanpa menyadari bahwa perilaku tersebut mencerminkan ciri orang pemalas menurut psikolog. Kebiasaan ini sebenarnya bisa merusak potensi masa depan Anda.

Memahami akar masalah dari kurangnya motivasi sangatlah krusial. Psikologi memandang fenomena ini bukan sekadar malas fisik, melainkan adanya hambatan mental yang perlu diidentifikasi secara tepat demi perubahan hidup.

Ciri Orang Pemalas Menurut Psikolog yang Paling Umum

Psikologi sendiri menarik garis tegas antara menjadi lelah, jenuh (burnout), atau kewalahan dengan sikap konsisten menghindari usaha.

Seseorang yang benar-benar malas bukanlah mereka yang tidak mampu secara kapasitas, melainkan mereka yang memilih untuk tidak menindaklanjuti tugas meskipun mereka sangat mampu melakukannya.

Dilansir VOI dari laman Your Tango, berdasarkan riset dan pendapat ahli berikut adalah beberapa tanda utama yang bisa dikenali:

  • Prokrastinasi Kronis Tanpa Hambatan Nyata

Menunda pekerjaan sesekali adalah hal manusiawi. Namun, ciri orang pemalas menurut psikolog adalah melakukan prokrastinasi secara sukarela meski jadwal sedang tidak padat.

Profesor Fuschia Sirois menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penundaan yang tidak perlu. Alih-alih menghindari tugasnya, para pemalas sebenarnya menghindari emosi negatif yang muncul dari tugas tersebut.

  • Menghindari Inisiatif Kecuali Terpaksa

Orang yang malas cenderung pasif dan enggan mengambil peran kepemimpinan. Mereka tidak memiliki ambisi untuk mengejar kesuksesan karena kesuksesan membutuhkan upaya yang besar. Mereka lebih suka mengikuti arus asalkan tidak perlu bekerja terlalu keras.

  • Menyerah Saat Menghadapi Ketidaknyamanan

Kemalasan sering ditandai dengan kurangnya daya juang. Mereka akan meninggalkan proyek atau rencana segera setelah muncul tanda kesulitan atau ketidaknyamanan pertama.

Bagi para pemalas, tantangan bukanlah kesempatan untuk tumbuh, melainkan alasan untuk berhenti.

  • Melakukan Standar Minimum (Bare Minimum)

Dalam dunia kerja, mereka tidak akan menawarkan diri untuk proyek spesial atau bekerja lembur. Mereka hanya melakukan apa yang diminta, tidak lebih dan tidak kurang.

Para pemalas akan puas hanya dengan bertahan di posisi yang sama tanpa ada keinginan untuk naik tangga karier.

  • Minim Keingintahuan untuk Berkembang

Meskipun memiliki kecerdasan tinggi, orang malas biasanya tidak tertarik mempelajari hal baru. Mereka merasa puas dengan status quo karena mengubah hidup membutuhkan dorongan internal (kuriositas) yang tidak mereka miliki.

Baca juga artikel yang membahas 7 Jenis Kesepian yang Sering Tak Disadari dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Perbedaan Malas dan Masalah Kesehatan Mental

Penting untuk dicatat bahwa sulit menetapkan tujuan atau mengelola waktu juga bisa menjadi gejala depresi atau kecemasan.

Saat seseorang merasa kehilangan energi dan gairah hidup secara total, itu mungkin bukan malas, melainkan kondisi mental yang memerlukan bantuan profesional.

Namun, jika seseorang sehat secara mental tetapi tetap memilih jalan termudah, itulah kemalasan murni.

Untuk memperbaiki manajemen waktu, para profesional menyarankan untuk membagi hari menjadi beberapa bagian. Kerjakan tugas tersulit saat energi Anda berada di puncak.

Selain itu, berhentilah mengkritik diri sendiri secara berlebihan karena hal itu justru memperparah siklus penundaan.

Sebagai langkah awal perubahan, mulai dari sekarang cobalah mengenali ciri orang pemalas menurut psikolog dalam diri Anda secara objektif. Segera ambil tindakan nyata dan perbaiki kedisiplinan agar potensi besar yang Anda miliki tidak terbuang sia-sia.