YOGYAKARTA - Tidur yang berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. Namun, tidak semua gangguan tidur disadari penderitanya. Salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian adalah catathrenia.
Catathrenia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan suara mengerang atau merintih saat tidur. Meski mengganggu, banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya.
Catathrenia sering disamakan dengan mendengkur biasa, padahal keduanya berbeda. Memahami apa itu catathrenia penting agar penderita dapat memperoleh penanganan yang tepat dan kualitas tidur yang lebih baik.
Apa Itu Catathrenia?
Dilansir dari Cleveland Clinic, catathrenia adalah gangguan pernapasan terkait tidur yang menyebabkan seseorang mengerang atau merintih saat tidur. Suara tersebut muncul ketika penderita menghembuskan napas, bukan saat menarik napas seperti pada mendengkur. Durasi suara dapat berlangsung beberapa detik hingga sekitar 40 detik.
Gangguan ini dapat terjadi selama fase tidur REM maupun non-REM. Catathrenia sering muncul hampir setiap malam dengan pola suara yang relatif konsisten. Meski suaranya keras, penderita biasanya tidak terbangun atau menyadari kejadian tersebut.
Dalam banyak kasus, anggota keluarga menjadi orang pertama yang menyadari adanya catathrenia. Di pagi hari, penderita mungkin merasa tidurnya tidak nyenyak meskipun tidak tahu penyebabnya. Hal ini membuat catathrenia sering terlambat terdiagnosis.
Berdasarkan penelitian, catathrenia tergolong kondisi yang jarang terjadi. Studi di Jepang dan Norwegia menunjukkan prevalensi di bawah satu persen dari populasi. Angka ini kemungkinan lebih tinggi karena banyak kasus tidak dilaporkan atau salah didiagnosis sebagai mendengkur.
BACA JUGA:
Gejala Catathrenia
Gejala utama catathrenia adalah suara erangan atau rintihan yang muncul saat tidur. Suara ini terjadi ketika menghembuskan napas dan akan berhenti saat menarik napas. Karakter suara dapat berbeda-beda pada setiap individu.
Suara catathrenia dapat terdengar keras, monoton, atau seperti rintihan. Beberapa orang menggambarkannya terdengar murung, berdengung, atau berakhir dengan desahan panjang
Gejala biasanya terjadi hampir setiap malam tanpa disadari oleh penderitanya. Meski demikian, sebagian penderita juga mengalami mendengkur atau bernapas melalui mulut. Gangguan tidur ringan hingga sering terbangun di malam hari juga dapat menyertai kondisi ini.
Pada pagi hari, penderita catathrenia dapat merasakan beberapa keluhan fisik. Keluhan tersebut meliputi kelelahan, kantuk berlebihan, dan mulut kering. Beberapa orang juga mengalami suara serak, sakit tenggorokan, atau sakit kepala.
Gejala pagi hari ini berkaitan dengan pola pernapasan melalui mulut saat tidur. Akibatnya, kualitas tidur menjadi kurang optimal. Dalam jangka panjang, penderita dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi dan penurunan produktivitas.
Penyebab Catathrenia
Penyebab pasti catathrenia hingga kini belum sepenuhnya diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan adanya gangguan pada neuron di pusat pernapasan yaitu medulla oblongata. Gangguan ini menyebabkan proses penghembusan napas berlangsung lebih lama dari normal.
Saat menghembuskan napas berlangsung panjang, pita suara bergetar dan menghasilkan suara erangan. Inilah yang membedakan catathrenia dari mendengkur biasa. Proses ini terjadi secara tidak sadar selama tidur.
Belum ada bukti kuat bahwa kecemasan secara langsung menyebabkan catathrenia. Namun, penelitian masih terus dilakukan untuk melihat hubungan stres dan faktor psikologis lainnya. Kemungkinan adanya pemicu tambahan masih terbuka untuk diteliti lebih lanjut.
Faktor genetik juga diduga berperan dalam munculnya catathrenia. Penelitian menunjukkan risiko lebih tinggi jika ada anggota keluarga biologis yang mengalami kondisi serupa. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh keturunan.
Catathrenia tidak berbahaya bagi kesehatan fisik, tetapi dapat memengaruhi kualitas tidur dan hubungan interpersonal. Penderita sering merasa malu karena suara yang mengganggu saat tidur. Kondisi ini bahkan dapat memengaruhi hubungan interpersonal dan kenyamanan sosial.
Demikian pembahasan apa itu catathrenia serta gejala dan penyebabnya, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!