JAKARTA - Kemeriahan malam tahun baru 2026 di Jakarta terasa sedikit berbeda, terutama di tempat wisata seperti Ancol.
Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memutuskan untuk meniadakan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12), sebagai bentuk empati dan duka cita atas bencana yang terjadi di wilayah Sumatera.
“Kami ikut berduka mendalam atas bencana di Sumatera dan turut merasakan keprihatinan dan kesedihan atas musibah yang terjadi serta mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi seluruh korban dan keluarga terdampak,” kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Daniel Windriatmoko di Jakarta, Selasa.
Daniel menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai wujud kepedulian kemanusiaan. Padahal, sebelumnya pertunjukan kembang api tersebut direncanakan menjadi salah satu yang terbesar dalam perayaan pergantian tahun di Jakarta.
Menurutnya, kebijakan ini diputuskan dengan berbagai pertimbangan agar momen menyambut tahun baru dapat dijalani secara lebih bermakna, sejalan dengan semangat solidaritas dan kebersamaan sebagai satu bangsa.
Meski tanpa pesta kembang api, Ancol memastikan rangkaian kegiatan malam tahun baru tetap berlangsung. Sejumlah agenda hiburan, seperti Konser Peduli Sumatera di Pantai Carnaval Ancol yang menghadirkan Dewa 19 feat Ello, Helloband, dan FiveMinutes, serta Konser New Palapa di Pantai Festival, tetap digelar.
BACA JUGA:
Rangkaian konser tersebut akan lebih difokuskan pada kebersamaan, doa, donasi, dan refleksi, sehingga diharapkan dapat menjadi ruang penguatan dan harapan bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk menjadikan pergantian tahun ini sebagai momen perenungan dan doa bersama, seraya menumbuhkan harapan baru bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat saling menguatkan dan bangkit menghadapi masa depan,” kata dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga menegaskan bahwa tidak akan ada pesta kembang api dalam perayaan malam tahun baru di Jakarta.
“Saya segera memutuskan kembang api, menurut saya, nggak perlu ada. Jadi pakai (atraksi) drone saja cukup,” kata Pramono.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa perayaan malam pergantian tahun tetap akan digelar, meskipun dengan konsep yang lebih sederhana.
Ia menilai, sebagai ibu kota negara sekaligus kota global, Jakarta tetap menjadi sorotan dunia sehingga perayaan tahun baru tetap perlu diselenggarakan.
Di sisi lain, Pramono juga tidak melarang masyarakat untuk merayakan tahun baru sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dengan cara masing-masing.
“Saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus, nggak boleh bersyukur dengan cara yang lain. Karena bagaimanapun, Jakarta sebagai ibu kota negara akan dilihat negara-negara lain. Maka saya akan meminta tim khusus untuk menyiapkan itu,” ujar Pramono.