Bagikan:

YOGYAKARTA – Ayam petelur adalah unggas yang sering diternak untuk diambil telurnya. Ayam ini mulai populer diternak oleh masyarakat untuk diambil manfaat ekonominya. Jika Anda tertarik untuk beternak unggas ini, ada perlu tahu jenis ayam petelur yang sesuai dengan tujuan ternak Anda. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasinya.

Jenis Ayam Petelur​

Dilansir dari website resmi Kementerian Pertanian, ayam petelur adalah unggas yang mampu menghasilkan telur secara efisien berdasarkan kacamata ekonomi. Efisien yang dimaksud misalnya, ayam mampu menghasilkan telur dalam jumlah banyak dan ukuran yang besar. Selain itu ayam tidak memiliki sifat mengeram (broodiness) sehingga telur bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Di Indonesia ada banyak jenis ayam petelur lokal yang bisa diternak untuk diambil manfaat ekonominya yakni sebagai berikut, dilansir dari e-book berjudul Budidaya Ayam Lokal Petelur yang diterbitkan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas 2023.

  1. Ayam Sentul

Ayam sentul berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Ayam ini termasuk unggas lokal yang masih dibudidayakan sampai saat ini. Jenis unggas yang juga disebut dengan ayam kaluwu (ayam abu-abu) ini dipilih sebagai ayam petelur karena memiliki tingkat produktifitas yang baik. Bahkan ayam ini termasuk dalam tipe dwiguna.

Produktivitas telur dari ayam sentul cukup tinggi yakni 12 hingga 30 butir per satu periode peneluran. Tidak hanya telur, dagingnya juga bisa diambil untuk dikonsumsi. Dalam satu tahun, ayam sentul mampu menghasilkan telur sebanyak 118 hingga 140 butir dengan berat rata-rata 40,7 gram.

  1. Ayam Kedu

Ayam lokal ini berasal dari Desa Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ayam ini memiliki beberapa jenis namun yang diternak untuk diambil telurnya adalah kedu hitam dan putih. Ayam kedu hitam mampu menghasilkan telur sebanyak 215 butir per ekor per tahun. Sedangkan pada ayam kedu putih mampu menghasilkan 197 butir per ekor per tahun.

  1. Ayam KUB

Ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB) adalah unggas asli yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian hasil seleksi selama 6 generasi. Ayam ini dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam). Ayam ini kerap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging dan telur kampung. Produksi telur ayam ini juga cukup tinggi, yakni 160-180 butir per ekor per tahun dengan bobo per telur 35-45 gram.

  1. Ayam Arab

Ayam arab adalah ayam petelur non-ras yang dapat diambil telurnya. Ayam ini mampu memproduksi telur dengan jumlah yang cukup tinggi mencapai 190–250 butir per tahun. Bobot telurnya berkisar antara 30 hingga 35 gram. Selain itu ayam arab juga tidak bersifat mengeram sehingga telurnya bisa diambil kapan saja.

  1. Ayam Elba

Termasuk jenis ayam buras unggul di Indonesia. ayam ini awalnya dibawa dari Jeddah ke Temanggung. Di Indonesia ayam ini dibudidaya untuk diambil telurnya. Telur ayam elba menyerupai ayam kampung dengan warna cangkang putih dengan berat telur sekitar 58-60 gram. Ayam elba mampu bertelur sebanyak 300 butir telur per tahun. Jumlahnya makin meningkat jika usia ayam telah matang.

Itulah informasi terkait jenis ayam petelur​ yang bisa diketahui. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.