TANGERANG SELATAN - Kepergian Gary Iskak meninggalkan kerinduan yang mendalam bagi istri dan anak-anaknya. Richa Iskak membagikan cara-cara sederhana namun menyentuh yang mereka lakukan untuk mengobati rasa rindu tersebut.
Richa mengaku bahwa meskipun baru tiga hari, ia masih merasakan kehadiran sang suami di mana-mana. "Mimpi sih enggak. Tapi masih berasa ada," ungkapnya di kawasan Tangerang Selatan, Senin, 1 Desember.
Rasa rindu yang tak tertahankan seringkali membuatnya melakukan hal-hal kecil untuk merasa lebih dekat dengan almarhum. Salah satunya adalah dengan menggunakan bantal yang biasa dipakai Gary.
"Mengobati rindunya... ya tidur aja di bantal (almarhum). Tidur di bantalnya," kata Richa.
Hal serupa juga dilakukan oleh anak-anak mereka. Mereka sering berebut untuk mengenakan barang-barang peninggalan sang ayah, terutama sweater kesayangannya.
"Anak-anak juga pada pakai barang-barangnya. Itu sudah sweater-nya... Taqiya (anak) tuh senang banget pakai," ceritanya.
BACA JUGA:
Bahkan hewan peliharaan mereka, seekor kucing, seolah ikut merasakan kehilangan. Kucing tersebut langsung mengendus dan mengusel-usel kantong berisi pakaian almarhum saat dibawa pulang.
Namun, Richa mengaku belum memiliki keberanian untuk melakukan hal yang sama. Ia belum siap untuk membuka lemari dan mencium aroma pakaian sang suami.
"Belum. Belum berani. Takut... ah itulah, proses ya," akunya.
Cara-cara sederhana ini menjadi terapi bagi keluarga yang ditinggalkan. Meskipun fisik telah tiada, kenangan dan aroma yang tertinggal menjadi pengobat rindu yang paling mujarab.