Bagikan:

JAKARTA - Tora Sudiro membuat kejutan dalam karier aktingnya. Setelah 24 tahun dikenal sebagai aktor komedi, akhirnya ia berakting dalam film horor pertamanya. Film Janur Ireng dipilih Tora sebagai film horor pertama yang disutradarai Kimo Stamboel.

Dalam film ini, aktor kelahiran 10 Mei berperan sebagai Arjo Kuncoro, kepala keluarga Kuncoro yang memiliki niat tersembunyi terhadap calon pewaris tahta keluarga mereka.

“Yang baru di film Janur Ireng itu saya beraktingnya dimintanya serius. Beraktingnya diminta serius, tidak berkomedi. Terus kalau bisa lebih drama dan pembawaannya lebih dalam, lebih tenang. Ngomong ditata, itu beneran,” kata Tora Sudiro kepada VOI pada Senin, 24 November lalu.

Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)

Tidak hanya karakternya, tapi kesan dan pembawaan yang berbeda dari biasanya membuat Tora menganggap film ini jadi tantangan. Selain cara bicaranya yang berubah, ia juga terlihat lebih mengurus badannya.

“Biasanya aku ngomong cepet, kan? Itu ngomong memang intonasinya lebih kalem. Memang sengaja dibikin begitu. Aku memang sudah berapa tahun nge-gym kan. Emang udah berapa tahun nge-gym karena terakhir waktu film Kang Mak kalau kamu lihat aku gendut banget. Di situ aku berusaha ngurusin badan, berusaha nge-gym. Kebetulan pas di film itu (Janur Ireng) lagi bulan puasa. Jadi emang fat-fat-nya (lemak) lagi hilang. Jadi bagus,” jelasnya soal penampilan sebagai Arjo.

“Adegan lebih susah karena... lebih karena umur ya. Saya ngegampangin gitu. Misalnya kayak misalnya adegan nari-nari gitu. Aku ngegampangin, "Ah, cuman nari-nari doang," gitu. Ternyata capek. Baru sebentar udah ngos-ngosan. Take adegan berantem, "Ah, gampang lah cuman berantem kayak gini doang." Ternyata konsentrasi udah susah. Aku enggak pernah latihan kan adegan-adegan kayak gitu,” lanjut Tora.

Bicara soal karakternya, aktor 52 tahun itu merasa ia punya karakter yang serius, namun karena imejnya dalam acara Extravaganza melekat di ingatan masyarakat sehingga ia lebih dikenal sebagai orang yang suka berkomedi.

Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)

“Sebetulnya semua orang pasti ada sisi seriusnya, apalagi saya. Saya juga biasanya kalau di rumah juga kadang serius, enggak ngapain, enggak ngomong, cuman WhatsApp-an atau apa gitu. Cuma ya kemarin di film ini memang lebih dibikin Arjo ini memang memiliki pemikiran-pemikiran yang di luar nalar sih,” jelas Tora.

Lebih lanjut, Tora Sudiro berterima kasih karena proyek horor pertamanya dibuat bersama sutradara Kimo Stamboel yang sangat detail dengan film-filmnya.

“Enak banget sama Pak Kimo. Kita kayak kendaraan, dia yang nyetir tuh bener-bener tuh. Entar kalau dia enggak suka nih, misalnya saya mainnya ini... "Eh sedih," gitu. "Wah, coba jangan dibikin sedih, lu mainnya kayak gini," gitu. Langsung dibelokin di situ di tempat. Terus dia kasih kita, dia kasih kita waktu untuk mahamin itu, baru di-take. Enak banget deh beneran,” kata Tora lagi.

Horor Pertama

Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)

Menarik ketika mengetahui film Janur Ireng menjadi film horor pertamanya Tora Sudiro sejak debut sebagai aktor. Dibanding menghindari, Tora menjelaskan ia mengaku tidak pernah mendapat tawaran film horor dan lebih banyak komedi yang menjadi zona nyamannya.

Suami Mieke Amalia itu bahkan mengungkap kerinduannya bermain dalam genre drama, sesuatu yang bisa menguras emosi dalam berbagai layer.

“Enggak ada yang nawarin, jadi begitu main komedi, orang takut, "Nih orang bisa enggak sih main yang lain?" gitu. Ada ketakutan di situ gitu. Sebetulnya saya, aku sendiri kangen gitu kayak misalnya main drama, kayak Banyu Biru, itu sebetulnya kangen gitu. Cuma ya orang takut kali mikirnya, "Wah, dia udah terlalu komedi, udah terlalu komedi," gitu. Sebetulnya kan semua kalau waktunya cukup ya... waktunya cukup tuh semua bisa,” jelas Tora Sudiro.

“Aku pengennya luas ya. Pengennya enggak cuman di horor doang. Pengennya di semua genre yang aku rasa masih bisa dilakuin gitu. Kalau misalnya kayak genre-nya berantem loncat-loncat, mungkin udah enggak kuat kali ya. Cuma kalau ya pengin nyoba-nyoba genre-genre yang lain juga sih,” ujarnya.

Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)

Film Janur Ireng merupakan prekuel dari film Sewu Dino yang merupakan cerita dari Simpleman81378523 yang menjadi favorit dari pengguna akun X. Sebelum bermain dalam film, Tora juga mengetahui ceritanya untuk memhami sosok Arjo Kuncoro yang intimidatif, berkuasa, tapi tetap tegas.

“Cerita sih. Memang di luar... di luar nalar. Entar kalau misalnya kamu nonton, "Lah, ini si ini? Loh, itu ke si... Lah, ini hubungannya... Lah, ini.. Ah.. uh.." gitu. Jadi plot twist-nya terlalu banyak bener-bener. Makanya kita selalu bikin bercandaan, "Nih SimpleMan nih, ini tulisan SimpleMan yang enggak simpel." Gitu,” kata suami Mieke Amalia tersebut.

Mengakhiri percakapan sore itu, Tora Sudiro menceritakan keinginannya yang semakin luas termasuk dalam memilih peran. Menyoal horor sebagai topik utama, ia tidak kapok dalam bermain film horor dan berharap lebih banyak peran beragam untuknya.

Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Tora Sudiro dan film horor pertamanya (Foto: Karisa Aurelia Tukan, DI: Raga/VOI)

“Aku pengin jadi perempuan. Aku pengin jadi Ibu. Aku pengin jadi wanita tulen. Apa ya... Enggak tahu, enggak pernah, enggak pernah ngebayang, "Gue pengen main jadi ini, gue pengen main jadi itu," enggak pernah," katanya.

"Semua peran sih... seneng. Ya pengen ngegali aja lebih dalam,” tutup Tora Sudiro.