JAKARTA - Pencegahan stunting dimulai dari langkah-langkah sederhana namun konsisten, terutama terkait pemenuhan gizi ibu sejak sebelum dan selama kehamilan. Kekurangan zat gizi penting seperti protein, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial dapat berdampak pada perkembangan janin dan masa awal kehidupan anak.
Maka dari itu, kesiapan kesehatan calon ibu, deteksi dini kehamilan, pemeriksaan yang teratur, serta nutrisi yang memadai menjadi kunci utama dalam mencegah terhambatnya tumbuh kembang anak.
Kemudian pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui, sekaligus peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya nutrisi mikro, merupakan bagian dari upaya memastikan anak mendapatkan fondasi kesehatan yang kuat sejak awal kehidupannya.
Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Kemendukbangga/BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, menegaskan stunting merupakan persoalan jangka panjang yang membutuhkan pendekatan kesehatan yang menyeluruh.
"Stunting bukan sekadar masalah gizi, tetapi masalah masa depan generasi. Oleh karena itu, bantuan harus datang secara holistik, dari hulu ke hilir. Mulai dari sanitasi, air bersih, hingga asupan nutrisi," jelasnya dalam keterangan BKKBN dan Blackmores, kepada VOI.
Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian para praktisi kesehatan yang menekankan pemenuhan nutrisi dan kesiapan ibu sejak awal kehamilan tidak dapat dipisahkan dari upaya menekan risiko stunting.
"Akar persoalan kesehatan ibu dan anak dimulai sejak masa remaja. Minimnya kesiapan kesehatan perempuan menjadi tantangan yang harus diatasi melalui edukasi berkelanjutan. Dua bulan pertama kehamilan merupakan periode krusial karena seluruh sistem saraf janin telah mulai terbentuk. Karena itu, deteksi dini kehamilan," jelas Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan.
Dalam pelaksanaannya, produsen suplemen asal Australia itu juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang menekankan edukasi nutrisi ibu serta pendampingan kesehatan di berbagai daerah.
BACA JUGA:
Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup pemberian informasi mengenai kebutuhan nutrisi mikro, pentingnya menjaga pola makan seimbang selama kehamilan, serta edukasi mengenai peran vitamin dan mineral dalam pembentukan sistem saraf dan pertumbuhan janin.
Di beberapa wilayah prioritas, seperti Jawa Barat, Bali, Aceh, Lombok hingga Papua disalurkan juga produk yang diformulasikan untuk ibu hamil dan menyusui sebagai bagian dari dukungan pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, seperti kebutuhan akan asam folat, zat besi, yodium, omega-3, serta vitamin dan mineral lain yang diperlukan untuk menunjang kesehatan
Sejumlah kandungan tersebut membantu melengkapi kebutuhan harian selama kehamilan dan menyusui, sekaligus mendukung tumbuh kembang optimal pada masa awal kehidupan anak. Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata terutama di wilayah yang masih menghadapi tingginya angka stunting.
"Kami berharap kontribusi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan nutrisi mikro seperti vitamin, DHA, dan omega-3 yang esensial sejak masa kehamilan hingga menyusui, bersama BKKBN, kami ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran nutrisi yang tepat bagi ibu hamil dan menyusui," jelas Country Head/Director Kalbe Blackmores Nutrition, Dickson Susanto.