Bagikan:

JAKARTA – Adegan intim dalam dunia perfilman Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih profesional dan aman. Hal ini terbukti dalam produksi film Legenda Kelam Malin Kundang yang dibintangi oleh Rio Dewanto dan Faradina Mufti.

Keduanya, yang berperan sebagai pasangan suami istri, menjalani adegan ranjang dengan bantuan tenaga profesional yang disebut intimacy coordinator.

Rio Dewanto menjelaskan bahwa kehadiran koordinator keintiman merupakan sebuah perkembangan baru di industri film Tanah Air. Tenaga profesional ini bertugas memastikan setiap adegan intim dilakukan secara aman, nyaman, dan sesuai dengan batasan para aktor.

“Jadi, di Indonesia ini sekarang ada jenis pekerjaan baru namanya intimacy coordinator dan yang punya sertifikasinya itu baru hanya beberapa orang,” ujar Rio Dewanto di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 17 November.

Menurut Rio, dua orang intimacy coordinator dilibatkan langsung dalam penggarapan Legenda Kelam Malin Kundang. Mereka tidak hanya mendampingi, tetapi juga merancang koreografi khusus untuk adegan-adegan yang melibatkan sentuhan fisik dan keintiman.

“Semua adegan yang melibatkan pemain untuk melakukan hal-hal intim itu memang ada koreografinya,” tambahnya.

Proses ini dimulai jauh sebelum kamera mulai merekam. Para aktor dan aktris yang terlibat diminta mengisi sebuah formulir persetujuan. Formulir tersebut berisi pertanyaan mendetail mengenai batasan-batasan pribadi mereka terkait adegan intim.

“Jadi sebelum kita melakukan itu, kita kayak ngisi form dulu kira-kira batasan-batasannya seperti apa dan di lokasinya pun juga kita dijagain sama mereka,” terang Rio.

“Apa saja yang boleh dilakukan, yang tidak apa, dan kemudian untuk kepentingan adegannya seperti apa. Jadi menurut saya sangat penting sekali sih untuk diterapin ke film-filmnya," sambungnya.

Faradina Mufti, yang memerankan Nadine, istri dari karakter Alif yang diperankan Rio, turut merasakan dampak positif dari kehadiran tenaga profesional ini. Aktris berusia 35 tahun itu merasa lebih aman dan terlindungi selama proses syuting.

“Jadi apa yang sudah ada di layar itu adalah batasan-batasan yang sudah kita setujui satu sama lain, enggak di antara kita doang tapi juga berdasarkan sama produksinya juga,” ungkap Faradina. “Jadi itu sangat membuat pemain dan produksinya juga feel safe,” tutupnya.

Film bergenre thriller ini dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 November 2025. Selain Rio Dewanto dan Faradina Mufti, film ini juga akan diramaikan oleh penampilan dari Vonny Anggraini hingga Nova Eliza.